Uncategorized

Tani Merdeka Aceh Utara Komit Perjuangkan Akses Teknologi dan Permodalan

Avatar
×

Tani Merdeka Aceh Utara Komit Perjuangkan Akses Teknologi dan Permodalan

Sebarkan artikel ini
Prosesi pelantikan pengurus 14 DPC Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara di Lhoksukon
Prosesi pelantikan pengurus 14 DPC Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara di Lhoksukon, Selasa (10/3). 📷: For ByKlik.com/HO

ByKlik.com | Lhoksukon — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara melantik pengurus 14 Dewan Pimpinan Kecamatan (DPC). Prosesi pelantikan berlangsung di Mitra Hotel, Lhoksukon, Selasa (10/3/2026).

Acara ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat akar rumput. DPD melantik pengurus yang terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, satgas, hingga bidang pemberdayaan perempuan.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Utara, Abdul Mutaleb, menyebut pelantikan ini memperkuat peran petani dalam pembangunan daerah. Struktur yang solid akan mempercepat koordinasi program pemberdayaan pertanian di 14 kecamatan.

Dalam kesempatan itu, DPD mengukuhkan pengurus DPC dari Kecamatan Lhoksukon, Tanah Pasir, Lapang, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, Meurah Mulia, Nibong, Tanah Luas, Cot Girek, Baktiya Barat, Pirak Timur, Matangkuli, Paya Bakong, dan Nisam.

Baca Juga  Eks Vokalis Band Aceh Ditangkap Bawa 1,87 Kg Sabu, Terancam Hukuman Mati

“Pelantikan ini dilakukan setelah terbitnya Surat Keputusan Dewan Pimpinan untuk kepengurusan tingkat kecamatan. Kita ingin memastikan organisasi Tani Merdeka memiliki struktur yang kuat hingga ke akar rumput,” ujar Abdul Mutaleb dalam sambutannya.

Selanjutnya, organisasi ini menargetkan peningkatan kapasitas sumber daya petani melalui jaringan yang telah terbentuk. Pengurus baru harus menjadi motor penggerak kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, menekankan pentingnya kemandirian petani di tengah tantangan sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa organisasi ini berfungsi sebagai wadah perjuangan bagi kaum tani.

“Nama Tani Merdeka bukan sekadar nama organisasi. Di dalamnya ada makna perjuangan. Tani Merdeka adalah orang-orang yang memperjuangkan para petani agar benar-benar merdeka, baik dalam akses teknologi, permodalan, maupun pasar,” tegas Cut Muhammad.

Baca Juga  Aceh Tingkatkan Kolaborasi Satu Data Demi Perencanaan Akurat

Selain itu, ia meminta pengurus menjadi jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah terkait berbagai kendala lapangan. Hal ini mencakup persoalan pupuk, irigasi, alat pertanian, hingga stabilitas harga hasil panen.

Tani Merdeka juga menyatakan dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam meningkatkan produktivitas pertanian lokal. Dukungan tersebut meliputi penguatan alat mesin pertanian seperti traktor dan mesin panen.

“Jika ada persoalan terkait pupuk, irigasi, alat pertanian, maupun harga hasil panen, Tani Merdeka harus hadir sebagai jembatan antara petani dan pemerintah,” tambah Cut Muhammad.

Kegiatan ini ditutup dengan buka puasa bersama untuk mempererat silaturahmi antar pengurus. Momentum ini sekaligus memperkuat semangat kolektif dalam menjaga kedaulatan pangan nasional. []