Berita Utama

Tak Sekadar Serap Anggaran, Kemkomdigi Klaim Internet Masuk 3T

Avatar
×

Tak Sekadar Serap Anggaran, Kemkomdigi Klaim Internet Masuk 3T

Sebarkan artikel ini
Kementerian Komunikasi dan Digital Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta Pusat, Senin, 26 Januari 2026. [Foto: Komdigi]

ByKlik.com | Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa serapan anggaran tahun 2025 tidak berhenti pada capaian administratif, melainkan diarahkan langsung untuk memperkuat akses dan pemerataan layanan digital, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Sepanjang 2025, Kemkomdigi merealisasikan anggaran sebesar Rp10,58 triliun dari pagu setelah blokir Rp11,4 triliun, atau setara 94,9 persen. Anggaran tersebut digunakan untuk menjaga keberlangsungan layanan digital strategis sekaligus memperluas konektivitas di daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa tingginya serapan anggaran mencerminkan komitmen negara dalam menghadirkan layanan digital yang merata, termasuk di tengah proses transisi organisasi kementerian.

“Serapan anggaran ini bukan sekadar angka, tetapi upaya memastikan pembangunan infrastruktur digital benar-benar dirasakan masyarakat. Hingga akhir 2025, layanan 4G telah menjangkau 98,95 persen populasi penduduk. Ini langkah penting agar tidak ada wilayah yang tertinggal dalam transformasi digital,” ujar Meutya dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta Pusat, Senin, 26 Januari 2026.

Baca Juga  Dituding Terlibat, PT IBAS Tegaskan Tak Buka Lahan

Perluasan akses digital tersebut ditopang oleh pengoperasian 6.747 Base Transceiver Station (BTS) di wilayah 3T. Dari jumlah itu, 3.262 BTS berada di Papua. Selain itu, jaringan fiber optik nasional telah menjangkau 5.253 kecamatan, memperkuat fondasi konektivitas bagi layanan publik dan aktivitas ekonomi di daerah.

Di sisi penerimaan negara, penguatan sektor komunikasi dan digital juga berdampak signifikan. Sepanjang 2025, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kemkomdigi tercatat mencapai Rp29,3 triliun, atau 116,04 persen dari target Rp25,2 triliun.

Baca Juga  KPAI Nilai Ruang Digital Indonesia Belum Aman bagi Anak

Meutya menegaskan, optimalisasi penerimaan tersebut dilakukan tanpa menambah beban layanan kepada masyarakat dan justru menjadi penopang keberlanjutan program prioritas pemerintah.

“Penerimaan negara ini menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan program prioritas, terutama perluasan akses dan peningkatan kualitas layanan digital,” ujarnya.

Memasuki 2026, Kemkomdigi berkomitmen memastikan setiap belanja dan penerimaan negara dikelola secara akuntabel serta diarahkan pada dampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga, kementerian akan melanjutkan pembangunan infrastruktur digital sekaligus memperkuat keamanan dan kedaulatan ruang digital nasional.

“Tantangan ke depan adalah memastikan teknologi digital tetap berpihak pada manusia. Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, kami optimis digitalisasi dapat mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Meutya.