Lingkungan & Energi

Sumur PCT-005 Hasilkan 190 BOPD, Lifting Nasional Berpotensi Naik

Bambang Iskandar Martin
×

Sumur PCT-005 Hasilkan 190 BOPD, Lifting Nasional Berpotensi Naik

Sebarkan artikel ini
Sumur pengembangan Pasir Catang (PCT)-005 yang dioperasikan oleh PT Pertamina EP Asset 3 Zona 7. (Ist)

Byklik.com | Bandung – Kabar positif datang dari sektor hulu minyak dan gas (migas) nasional. Sumur pengembangan Pasir Catang (PCT)-005 yang dioperasikan oleh PT Pertamina EP Asset 3 Zona 7 menunjukkan hasil uji produksi yang menjanjikan.

Sumur tersebut mulai ditajak pada 26 Januari 2026 dan berhasil menjalani uji produksi pada 15 Maret 2026 dengan capaian sementara sebesar 190,8 barel minyak per hari (BOPD).

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa pengeboran dilakukan di Struktur Pasir Catang, Jawa Barat, dengan target utama formasi reservoir minyak Baturaja (layer BRF) yang dikenal memiliki potensi hidrokarbon signifikan.

Baca Juga  Wali Nanggroe dan Kapolda Bahas Kesiagaan Hadapi Potensi Banjir

“Secara teknis, pengeboran menggunakan metode directional drilling tipe J dengan rig PDSI #04.3/N110-M (1500 HP). Sumur ini mencapai kedalaman 1.850 meter measured depth (MD) atau 1.810,9 meter true vertical depth (TVD) dalam waktu 50 hari operasi,” ujar Djoko.

Ia menambahkan, capaian tersebut berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan lifting minyak nasional.

Dari sisi biaya, proyek ini juga menunjukkan efisiensi. Total investasi pengeboran tercatat sekitar USD 7,07 juta atau 80,26 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.

Baca Juga  Bupati Aceh Timur Terima Delegasi Korea, Bahas Ekosistem Mangrove

“Ini tambahan produksi yang cukup berarti,” kata Djoko dalam laporan resminya, Senin, 23 Maret 2026.

Selanjutnya, operator akan melanjutkan uji produksi sembari menunggu penyelesaian pembangunan jalur pipa produksi (production line). Infrastruktur tersebut diperlukan agar minyak dari sumur PCT-005 dapat segera dialirkan dan berkontribusi optimal terhadap produksi nasional.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif dalam upaya pemerintah dan pelaku industri menjaga tren peningkatan lifting migas nasional. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, produksi dari Pasir Catang diharapkan dapat segera mencapai tingkat optimal.***