Berita Utama

Seribu Taruna KKP Turun ke Sumatra, Bersihkan Lumpur Pascabencana

Avatar
×

Seribu Taruna KKP Turun ke Sumatra, Bersihkan Lumpur Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 1.142 Taruna Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diberangkatkan ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatra guna mempercepat pemulihan pascabencana, Sabtu, 17 Januari 2026. [Foto: KKP]

ByKlik.com | Jakarta — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerjunkan 1.142 taruna pendidikan vokasi ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatra guna mempercepat pemulihan pascabencana. Para taruna ditugaskan membantu pembersihan lumpur, puing, serta area permukiman dan fasilitas umum yang belum terjangkau alat berat.

Para taruna turun langsung ke lokasi terdampak dengan membawa perlengkapan lapangan seperti tali, sarung tangan, sepatu khusus, dan alat bantu sederhana. Mereka berperan sebagai tenaga pendukung di garis depan pemulihan, terutama di kawasan dengan medan berat dan akses terbatas.

Baca Juga  Ini Identitas Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR

Salah satu taruna Politeknik AUP, Muhammad Ridho, menyatakan kesiapannya menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan keterlibatan taruna merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus pengabdian kepada masyarakat terdampak bencana.

“Saya siap 100 persen membantu korban bencana. Kami akan bekerja sekuat tenaga mendukung upaya pemerintah di lapangan,” ujarnya, Sabtu, 17/1/2026.

Selain tenaga fisik, para taruna juga menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan untuk mendukung proses penanganan darurat dan pemulihan lingkungan pascabencana.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pengerahan taruna merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat saat menghadapi situasi darurat. Ia menyebut kondisi di lapangan cukup berat, dengan endapan lumpur tebal yang menghambat aktivitas warga.

Baca Juga  Polda Aceh Imbau Pengendara Waspadai Hujan Saat Arus Balik

“Medannya sangat luar biasa. Lumpur di sana tinggi-tinggi dan harus dibersihkan secara manual. Karena itu, peran taruna sangat dibutuhkan,” kata Trenggono.

KKP menyatakan siap menambah jumlah taruna yang diterjunkan apabila kebutuhan di lapangan meningkat, seiring upaya mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat dan aktivitas sosial ekonomi di wilayah terdampak bencana.