Headline

Seikat Kayu Bakar dari Sanepa

Bambang Iskandar Martin
×

Seikat Kayu Bakar dari Sanepa

Sebarkan artikel ini
Seikat Kayu Bakar dari Sanepa. (Ist)

Byklik.com | Homeyo – Pagi itu, udara di Kampung Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, masih diselimuti kabut tipis. Di antara rumah-rumah sederhana dan bentang alam pegunungan yang sunyi, seorang anak kecil berjalan pelan sambil memanggul seikat kayu bakar di punggungnya.

Namanya Noprianus Wandagau. Usianya baru enam tahun. Langkahnya mengarah ke Titik Kuat (TK) Sanepa, salah satu pos Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/JS yang bertugas di wilayah tersebut. Rabu, 25 Februari 2026, kayu bakar itu bukan sekadar ranting kering—ia membawa pesan yang lebih dalam: rasa terima kasih.

Beberapa waktu sebelumnya, personel TNI di pos tersebut membagikan bahan kebutuhan pokok kepada warga, termasuk keluarga Noprianus. Beras, mi instan, gula, dan minyak goreng menjadi bantuan yang berarti di tengah keterbatasan akses dan kondisi geografis pedalaman.

Baca Juga  Yonif 112/DJ Akhiri Penugasan Pamtas di Papua

Tak banyak kata terucap saat Noprianus menyerahkan kayu bakar itu. Namun, tindakannya berbicara lebih lantang dari ucapan. Di tengah kehidupan yang serba terbatas, berbagi tetap menjadi nilai yang dijaga.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 113/JS, Letkol Inf Agus Susanto, melihat momen tersebut sebagai potret kedekatan yang terbangun antara prajurit dan masyarakat.

“Ini bukan soal nilai barangnya. Ini tentang ketulusan hati di tengah keterbatasan,” ujarnya.

Menurutnya, bukan hanya kayu bakar yang kerap dibawa warga ke pos. Sayuran, umbi-umbian, buah-buahan, hingga hasil kebun lainnya juga sesekali diberikan sebagai tanda terima kasih. Pertukaran sederhana itu menjadi jembatan emosional antara aparat dan warga kampung.

Baca Juga  Presiden Prabowo Janji Segera Selesaikan Polemik Empat Pulau Aceh masuk Sumut

TK Sanepa sendiri merupakan salah satu titik pengamanan yang ditempatkan untuk mendukung stabilitas wilayah sekaligus melaksanakan kegiatan teritorial. Selain menjalankan tugas pengamanan, personel juga memberikan pelayanan kesehatan gratis, membagikan makanan bergizi, menyediakan akses Wi-Fi, serta mendukung program pembangunan daerah.

Di Kampung Sanepa, hubungan itu terjalin bukan melalui seremoni besar atau pidato panjang, melainkan lewat langkah kecil seorang anak yang memanggul kayu bakar.

Di balik seikat kayu itu, tersimpan pelajaran tentang kemanusiaan: bahwa di tempat yang jauh dari gemerlap kota, rasa syukur dan kepedulian tetap tumbuh—sederhana, namun penuh makna.***