ByKlik.com | Nagan Raya – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya mempercepat pembangunan box culvert di Desa Ujung Blang, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, guna memastikan seluruh sasaran fisik rampung tepat waktu, Minggu, 22 Februari 2025.
Percepatan dilakukan dengan memaksimalkan dukungan peralatan, termasuk mesin pengaduk semen beton (molen), untuk menunjang kelancaran pengecoran dan penyelesaian struktur box culvert. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung akses dan mobilitas masyarakat setempat.
Perwira Koordinator Lapangan Satgas TMMD ke-127, Kapten Inf Amrin, menegaskan bahwa penggunaan peralatan pendukung sangat krusial dalam mengakselerasi pembangunan fisik di lapangan.
“Mesin molen ini sangat membantu mempercepat pekerjaan pembangunan box culvert yang dikerjakan Satgas TMMD ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya di Desa Ujung Blang. Seluruh peralatan pendukung memang sangat dibutuhkan agar target pekerjaan tercapai sesuai rencana,” ujar Amrin.
Ia menjelaskan, selain pembangunan box culvert, Satgas TMMD juga mengerjakan sejumlah sasaran fisik lain seperti pembukaan badan jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan MCK, serta bak penampungan air bersih. Seluruh pekerjaan tersebut memerlukan adukan semen dalam jumlah besar.
Menurut Amrin, semangat personel Satgas dan warga semakin terpacu ketika proses pengecoran berlangsung. “Putaran mesin molen seakan memacu semangat kami untuk menyelesaikan pekerjaan lebih cepat,” katanya.
Sementara itu, anggota Satgas TMMD, Serda Fahrul R, menyebut penggunaan mesin molen membuat pekerjaan lebih efisien dan ringan. Ia memastikan peralatan tersebut dirawat secara rutin agar tetap optimal hingga seluruh program selesai.
“Mesin molen ini digunakan dalam pengecoran box culvert. Setiap hari kami rawat dengan baik agar dapat dipakai sampai pekerjaan selesai. Dengan perawatan yang baik, mesin lebih awet dan pekerjaan jadi lebih ringan,” ujar Fahrul.
Program TMMD ke-127 di wilayah Kodim 0116/Nagan Raya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur desa sekaligus mendorong percepatan pembangunan di daerah terpencil, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.











