Headline

Sandang dan Pangan Penting, Bantuan Rohani Dilupakan Jangan

Avatar
×

Sandang dan Pangan Penting, Bantuan Rohani Dilupakan Jangan

Sebarkan artikel ini
Pimpinan Dayah QAHA Ukhwatul Qur'an Kota Lhokseumawe, Tgk Jamaluddin HK, memberikan pengajian kepada anak-anak di lokasi pengungsian di pedalaman Aceh Utara. Foto: Dokumen Byklik.com

BERBAGAI bantuan bahan pokok dan kebutuhan mendasar lainnya mengalir dari berbagai pihak untuk korban bencana banjir di Aceh. Namun, korban tidak hanya mengalami kehancuran fisik, melainkan mental sehingga santapan rohani juga dibutuhkan di lokasi pengungsian.

Hal itulah yang mendorong Pimpinan Dayah QAHA Ukhwatul Qur’an Kota Lhokseumawe, Tgk Jamaluddin HK turun langsung ke beberapa titik lokasi pengungsian di pedalaman Aceh Utara. Dalam beberapa kunjungannya, Tgk Jamaluddin melihat selain kebutuhan sandang dan pangan, masyarakat juga butuh makanan rohaniah mereka, yaitu pengajian dan peningkatan ibadah kepada Allah Swt.

Banyak dayah dan balai pengajian di beberapa kabupaten di Aceh hancur diterjang banjir. Kitab dan Al Quran rusak. “Jangan sampai musibah banjir ini menghambat anak anak kita untuk belajar agama seperti biasa,” ujar pimpinan Daya Qaha Lhokseumawe, Tgk Jamaluddin HK ketika turun ke lokasi pengungsian di Aceh Utara, Sabtu, 27 Desember 2025.

Baca Juga  KPK Isyaratkan Yaqut Terima Dana Kuota Haji, Tersangka Segera Diumumkan

Menurut Tgk Jamaluddin, kegiatan pengajian di tempat pengungsian harus diaktifkan kembali, setidaknya untuk anak-anak jangan sampai mereka kehilangan arah, meskipun hanya dipusatkan di satu titik, di meunasah atau masjid tempat mereka berkumpul. “Di sini mereka perlu Al Quran, kitab, dan perlengkapan ibadah lainnya berupa sarung, sajadah, dan mukena.

Pascabanjir bandang dan longsor menimpa Aceh, trauma berat menjadi ancaman  nyata yang menghambat mereka untuk move on kembali, Maka di sinilah mereka perlu pendidikan spiritual secara langsung, agar mereka tidak down dan juga menutup ruang masuknya ajaran sesat dan pendangkalan akidah di tengah masyarakat.

Hal ini juga harus menjadi perhatian serius bagi semua. “Harta bisa lenyap dalam sekejap, tapi jangan sampai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah ikut hanyut. Selama kita tidak kehilangan kasih sayang Allah, maka kita tidak kehilangan apapun,” tambah Tgk Jamaluddin.

Baca Juga  Debar Pertama Ferhat Muchtar sebagai Penulis Cerita

Ia menilai bantuan rohani bagi korban banjir tidak kalah penting seperti bantuan sandang pangan lainnya. Untuk itu, pengajian di lokasi pengungsian harus diaktifkan secara rutin. Tgk Jamaluddin menyinggung hampir sebulan setelah bencana, anak-anak tidak mengaji dan tidak ada kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

“Jangan sampai timbul musibah baru yang lebih besar, maka disini kami mengajak untuk semua donatur untuk menyumbangkan Al Quran dan alat alat ibadah lainnya kepada korban bencana,” katanya lagi.

Kondisi itulah yang mendorong Tgk Jamaluddin dan para pengurus Dayah QAHA untuk fokus pada penyaluran bantuan bagi pendidikan anak-anak korban banjir. Mereka mengunjungi beberapa lokasi pengungsian, mengajak anak-anak mengikuti pengajian, selain menyalurkan bantuan kebutuhan ibadah dan pendidikan yang mereka dapatkan dari para donatur. []