ByKlik,com | Kota Jantho — Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Besar periode 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung di Orion Hall, Kecamatan Darul Imarah, Jumat, 6 Februari 2026 malam.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP-PKK Aceh Besar Hj. Rita Mayasari dikukuhkan sebagai Bunda Guru Aceh Besar oleh Ketua PGRI Aceh Al Munzir, S.Pd., M.Si, usai pelantikan pengurus PGRI Aceh Besar.
Pengukuhan ditandai dengan pemasangan selempang oleh Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram), disaksikan Wakil Bupati Drs. H. Syukri A. Jalil, Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Sekda Aceh Besar Bahrul Jamil, S.Sos., M.Si, unsur Forkopimda, Ketua MPD Prof. Mustanir Yahya, M.Sc, serta ratusan guru.
Bupati Aceh Besar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pengurus PGRI yang baru dilantik dan berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan inovasi serta energi positif dalam mengawal peningkatan mutu pendidikan di Aceh Besar.
“Kalau setelah dilantik hanya untuk berleha-leha dan hanya untuk mempertahahankan kekuasaan atau mencari jabatan, maka berhentilah untuk menjadi pengurus PGRI. Porsinya terbatas hanya 23 orang, jadi jangan pikirkan diri secara pribadi. Pikirkanlah harapan yang besar mulai dari pengembangan guru hingga pendampingan hukum, PGRI harus hadir untuk itu,” tegasnya.
Ia menegaskan, PGRI harus menjadi pelindung dan pengayom guru, sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Menurutnya, keharmonisan antara kepala sekolah dan guru menjadi fondasi penting terciptanya lingkungan belajar yang nyaman.
Bupati juga menyampaikan rencana peremajaan kepala sekolah dalam waktu dekat dan berharap rekomendasi PGRI menjadi bahan pertimbangan, mengingat organisasi tersebut dinilai memahami karakter serta psikologi para guru.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemerataan layanan pendidikan hingga wilayah 3T dan kepulauan, serta mendukung program Sekolah Rakyat bagi keluarga kurang mampu yang telah disiapkan di dua lokasi di Aceh Besar.
Komitmen penguatan identitas lokal juga disampaikan melalui dorongan pelestarian Bahasa Aceh di sekolah-sekolah, disertai pemaparan sejumlah program strategis pendidikan, termasuk Beut Kitab Sikula, rencana pembangunan IPDN di Kota Jantho, dan pengembangan perguruan tinggi.
Sementara itu, Ketua PGRI Aceh Besar Munadi, S.Pd.I., M.Pd. menegaskan PGRI adalah organisasi profesi yang fokus pada peningkatan profesionalisme, kesejahteraan, dan pendampingan hukum guru, serta siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memajukan pendidikan.











