Ekonomi & BisnisHeadline

RI–Freeport Sepakati Investasi US$20 Miliar hingga 2041

Avatar
×

RI–Freeport Sepakati Investasi US$20 Miliar hingga 2041

Sebarkan artikel ini
PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tambang Grasberg, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. [Foto: Freeport]

ByKlik.com | Washington DC – Pemerintah Indonesia dan raksasa tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan, memperkuat kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) perluasan investasi jangka panjang. Kesepakatan ini memproyeksikan aliran modal sebesar US$20 miliar atau setara Rp312 triliun untuk dua dekade mendatang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance, yang menegaskan penguatan kerja sama ekonomi antara Jakarta dan Washington.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan komitmen investasi tersebut memberikan kepastian hukum bagi operasional tambang Grasberg di Papua Tengah sekaligus memperkuat struktur fiskal nasional.

“Pihak Freeport akan meningkatkan investasinya dalam kurun waktu sekitar 20 tahun ke depan dengan nilai mencapai US$20 miliar,” ujar Rosan dalam konferensi pers daring, Jumat, 20 Februari 2026.

Baca Juga  Mualem Teken MoU dengan PT Flora Agung terkait Investasi Pabrik Migor

Ia menambahkan, MoU tersebut segera ditindaklanjuti menjadi perjanjian definitif yang diproyeksikan berdampak signifikan terhadap penerimaan pajak negara dan keberlanjutan investasi sektor pertambangan.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, MoU ini menjadi dasar amandemen Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia. Amandemen tersebut penting untuk menjamin keberlanjutan operasional pasca-berakhirnya kontrak pada 2041.

Dalam skema baru, Freeport-McMoRan akan mengalihkan tambahan 12 persen saham kepada Pemerintah Indonesia pada 2041 tanpa biaya. Namun, Indonesia akan mengganti biaya investasi pengembangan pasca-2041 secara pro-rata berdasarkan nilai buku. Dengan mekanisme tersebut, kepemilikan Freeport-McMoRan akan menyesuaikan menjadi sekitar 37 persen mulai 2042.

Selain itu, PT Freeport Indonesia berkomitmen memperkuat hilirisasi domestik melalui peningkatan penjualan produk olahan tembaga dan logam mulia di pasar dalam negeri, sekaligus membuka peluang ekspor ke Amerika Serikat. Perusahaan juga menjanjikan peningkatan dukungan finansial untuk pembangunan infrastruktur kesehatan dan pendidikan medis di Papua.

Baca Juga  Satu Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Intan Jaya

Chairman Freeport-McMoRan, Richard C. Adkerson, bersama CEO Kathleen Quirk, menyambut positif kelanjutan kemitraan yang telah berlangsung selama enam dekade.

Menurut mereka, cadangan tembaga dan emas di Grasberg tetap menjadi salah satu aset tambang paling signifikan di dunia.

“Perpanjangan ini memberikan peluang untuk terus menciptakan nilai substansial bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar pimpinan Freeport dalam pernyataan resminya.

Kesepakatan ini menandai babak baru hubungan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat, dengan fokus pada kepastian investasi, hilirisasi, dan peningkatan kontribusi terhadap penerimaan negara serta pembangunan Papua.