Berita Utama

Ratusan Warga Dikerahkan, Rehab-Rekon Aceh Digenjot Lewat Cash for Work

Avatar
×

Ratusan Warga Dikerahkan, Rehab-Rekon Aceh Digenjot Lewat Cash for Work

Sebarkan artikel ini
Di Pidie Jaya, sebanyak 375 orang dikerahkan dalam tahap pertama. Mereka terdiri dari personel Satpol PP, Linmas, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), hingga warga. [Foto: Humas Kemendagri]

Byklik.com | Banda Aceh – Momentum pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tidak menyurutkan upaya pemulihan di Aceh. Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) terus menggenjot pekerjaan fisik di lapangan melalui program padat karya tunai atau cash for work.

Tahap awal pelaksanaan di akhir Maret dipusatkan di dua wilayah terdampak, yakni Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang, dengan melibatkan ratusan personel gabungan serta masyarakat setempat.

Di Pidie Jaya, sebanyak 375 orang dikerahkan dalam tahap pertama. Mereka terdiri dari personel Satpol PP, Linmas, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), hingga warga. Aksi pembersihan difokuskan di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, serta Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, yang berlangsung sejak Jumat, 28 Maret hingga Jumat, 4 April 2026.

Baca Juga  BRI Bangun Huntara, Harapan Warga Tamiang Kembali Tumbuh

Sementara itu di Aceh Tamiang, sebanyak 400 warga lokal telah lebih dulu bergerak sejak Kamis, 27 Maret hingga Rabu, 2 April 2026, menjalankan kegiatan serupa di sejumlah titik terdampak.

Kepala Posko Wilayah Aceh Safrizal ZA menegaskan, skema cash for work dipilih agar masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga pelaku utama dalam proses pemulihan.

“Kami ingin memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi rumah tangga masyarakat,” ujar Safrizal.

Ia menambahkan, keterlibatan warga secara langsung diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi cepat, terutama pasca Ramadan.

“Melalui cash for work, warga terlibat langsung dalam pemulihan wilayahnya sekaligus mendapatkan penghasilan instan untuk membantu kebutuhan mereka pasca lebaran,” katanya.

Baca Juga  Sumur Bor Polri Jamin Kebutuhan Air Bersih RSUD Tamiang

Safrizal juga menekankan pentingnya transparansi dalam penyaluran hak pekerja. Setiap peserta program menerima upah harian sebesar Rp120.000 serta uang makan Rp45.000.

“Prinsip kita adalah transparansi dan efektivitas. Dana ini disalurkan langsung secara tunai kepada masing-masing pekerja di lapangan,” tegasnya.

Menurutnya, pola tersebut diharapkan menjaga semangat gotong royong sekaligus memastikan kebutuhan ekonomi masyarakat tetap terpenuhi secara cepat dan tepat sasaran.

Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak di Aceh dengan pendekatan build back better, yakni membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik dan berkelanjutan.