HeadlinePendidikan & Karier

Ratusan Siswa MIN 8 Banda Aceh Antusias Belajar Ilmu Falak

Avatar
×

Ratusan Siswa MIN 8 Banda Aceh Antusias Belajar Ilmu Falak

Sebarkan artikel ini
siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Banda Aceh mengikuti kunjungan edukasi ilmu falak dan rukyatul hilal di Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, Desa Mon Ikeun, Lhoknga, Selasa, 7 April 2026. [Foto: Humas Kemenag Aceh]

Byklik.com | Aceh Besar – Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Banda Aceh mengikuti kunjungan edukasi ilmu falak dan rukyatul hilal di Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, Desa Mon Ikeun, Lhoknga, Selasa, 7 April 2026.

Kegiatan yang diikuti siswa kelas VI tersebut digelar dalam dua gelombang hingga Rabu, 8 April 2026, dengan didampingi para guru. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan ilmu falak sejak dini kepada pelajar.

Sejak pukul 10.00 WIB, para siswa mendapatkan pengarahan komprehensif terkait metode pemantauan hilal, mulai dari teori hingga praktik pengamatan.

Kepala Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, Dr H Alfirdaus Putra MA, mengatakan program edukasi ini merupakan agenda rutin yang difasilitasi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh.

Baca Juga  Polisi Ringkus Dua Pelaku Penganiayaan Berat Berujung Maut di Aceh Tamiang

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi pelajar di seluruh Aceh untuk belajar ilmu falak di observatorium ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengenalan ilmu falak penting untuk membangun pemahaman generasi muda terkait penentuan awal bulan Hijriah secara ilmiah.

Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, tetapi juga menyaksikan langsung demonstrasi pengamatan hilal menggunakan teleskop yang terhubung dengan sistem kendali jarak jauh.

Para peserta juga diajak mengenal berbagai instrumen teleskop serta naik ke rooftop observatorium untuk mengamati aktivitas matahari secara langsung.

Baca Juga  Kemenag Perluas Program Wakaf Hutan ke Aceh Tengah

Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah diikuti siswa MAN 3 Pidie pada 25 September 2025. Saat itu, sebanyak 26 siswa mendapatkan pembekalan mengenai metode penentuan awal bulan Hijriah di lokasi yang sama.

Pihak observatorium menegaskan fasilitas edukasi ini terbuka untuk umum, termasuk sekolah, madrasah, dayah, remaja masjid, hingga komunitas yang ingin mempelajari ilmu falak.

“Kami siap memfasilitasi kunjungan edukasi selama prosedur administrasi dipenuhi,” kata Alfirdaus.

Adapun lembaga pendidikan yang ingin berkunjung diwajibkan mengajukan surat permohonan resmi kepada Kanwil Kemenag Aceh dengan mencantumkan jadwal, jumlah peserta, daftar nama, serta kontak narahubung.