Pendidikan & Karier

Prodi Kajian Sastra dan Budaya ISBI Aceh Raih Akreditasi Baik

×

Prodi Kajian Sastra dan Budaya ISBI Aceh Raih Akreditasi Baik

Sebarkan artikel ini

Byklik | Jantho–Program Studi Kajian Sastra dan Budaya Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh resmi memperoleh akreditasi Baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Status akreditasi tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan BAN-PT Nomor 108/SK/BAN-PT/Ak/S/I/2026, sekaligus menjadi capaian penting bagi ISBI Aceh dalam penguatan mutu akademik.

Capaian ini dinilai istimewa karena Program Studi Kajian Sastra dan Budaya merupakan program studi yang baru berdiri pada tahun 2023. Dalam waktu relatif singkat, prodi ini mampu memenuhi standar mutu nasional yang ditetapkan BAN-PT, sebuah prestasi yang patut diapresiasi oleh masyarakat Aceh.

Rektor ISBI Aceh, Prof. Dr. Wildan, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, akreditasi Baik ini mencerminkan komitmen ISBI Aceh dalam membangun kualitas pendidikan tinggi seni dan budaya sejak tahap awal pendirian program studi.

Baca Juga  ASN PPPK ISBI Aceh Dukung Langkah Presiden Alihkan Status ke PNS

“Untuk prodi yang masih sangat muda, capaian ini adalah hasil kerja keras dan keseriusan seluruh tim,” ujarnya, Rabu, 21 Januari 2026.

Prof. Wildan menambahkan bahwa Prodi Kajian Sastra dan Budaya memiliki posisi strategis dalam pengembangan keilmuan berbasis kekayaan sastra dan budaya Aceh. Ia berharap ke depan prodi ini dapat terus berkembang, meningkatkan kualitas tata kelola, serta berkontribusi dalam pelestarian dan pemajuan kebudayaan Aceh secara berkelanjutan.

Koordinator Program Studi Kajian Sastra dan Budaya, Muhammad Tahir, M.S., menyebutkan bahwa akreditasi Baik ini menjadi penyemangat bagi seluruh pengelola dan dosen prodi. Menurutnya, sejak berdiri pada 2023, prodi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan kajian sastra dan budaya yang kontekstual dengan realitas masyarakat Aceh.

Baca Juga  Refleksi Kehadiran MK Arsitektur Rumah Adat Aceh di ISBI

“Sebagai prodi baru, kami terus belajar dan berbenah. Akreditasi ini menjadi bukti bahwa arah pengembangan prodi sudah berada di jalur yang tepat,” kata Muhammad Tahir.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat kurikulum, riset, serta kegiatan akademik yang berpijak pada kearifan lokal Aceh.

Ia juga menambahkan bahwa Prodi Kajian Sastra dan Budaya mendorong mahasiswa untuk aktif mengkaji sastra lisan, tradisi, manuskrip, dan dinamika budaya Aceh. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kepekaan budaya sekaligus daya saing di dunia kerja.[]