ByKlik.com | Jakarta — Prajurit terbaik Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti, Bireuen, Praka Farizal Rhomadhon, gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan. Serangan proyektil menghantam posisi kontingen Indonesia di dekat Desa Adchit Al Qusayr pada Minggu, 29 Maret 2026 malam waktu setempat.
Negara memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi menjadi Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon. Almarhum merupakan prajurit asal Kulon Progo, Yogyakarta, kelahiran 3 Januari 1998 yang bertugas pada satuan Yonif 113/JS, Brigade Infanteri 25/Siwah jajaran Kodam Iskandar Muda, Aceh.
Mabes TNI kini sedang berkoordinasi intensif dengan markas UNIFIL dan Kementerian Luar Negeri untuk memulangkan jenazah ke Indonesia. Pihak TNI menjadwalkan upacara penghormatan terakhir atau medal parade sebelum proses repatriasi berlangsung dari Beirut.
Juru bicara militer menegaskan komitmen pemerintah untuk menyegerakan kepulangan almarhum ke tanah air melalui jalur udara. “Proses administrasi dan penghormatan militer di Lebanon sedang berjalan. Kami mengupayakan jenazah almarhum dapat segera tiba di Indonesia dalam waktu dekat melalui jalur udara Beirut-Jakarta,” tulis pernyataan tersebut.
Selain merenggut nyawa Kopda (Anumerta) Farizal, ledakan artileri tersebut turut melukai tiga prajurit TNI lainnya. Saat ini, tim medis Level 2 Hospital UNIFIL di Naqoura sedang menangani ketiga korban luka tersebut secara intensif.
Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan ini karena melanggar hukum internasional terkait perlindungan personel penjaga perdamaian PBB. Kementerian Luar Negeri mendesak Dewan Keamanan PBB segera melakukan investigasi menyeluruh atas insiden mematikan di wilayah konflik tersebut.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi sang istri, Fafa Nur Azila, dan seorang putri yang masih berusia balita. Selama ini, keluarga prajurit tersebut menempati asrama Kompi Markas Yonif 113/JS di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.
TNI akan menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk prosesi pemakaman militer setibanya di Indonesia. Pihak keluarga masih mempertimbangkan lokasi pemakaman akhir, antara wilayah Aceh atau kampung halaman di Yogyakarta. []











