HeadlineHumaniora

PMI Aceh Utara Intensifkan Layanan Kesehatan dan Sanitasi Pascabanjir

Avatar
×

PMI Aceh Utara Intensifkan Layanan Kesehatan dan Sanitasi Pascabanjir

Sebarkan artikel ini
Relawan PMI Aceh Utara memberikan layanan pengobatan darurat bagi warga terdampak banjir.
Relawan PMI Aceh Utara memberikan layanan pengobatan darurat bagi warga terdampak banjir. 📷: For ByKlik.com/HO

ByKlik.com | Lhoksukon — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Utara terus mengintensifkan aksi kemanusiaan di tengah masa pemulihan pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut sejak akhir November lalu. Selain menyalurkan logistik, PMI kini memfokuskan layanan pada pengobatan darurat bagi warga terdampak serta pembersihan sarana ibadah yang sempat terendam lumpur.

Ketua PMI Kabupaten Aceh Utara, Tantawi, turun langsung bersama para relawan untuk meninjau titik-titik pengungsian dan lokasi terdampak. Ia menegaskan bahwa kehadiran PMI bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar warga, khususnya kesehatan dan sanitasi, tetap terjaga di tengah situasi darurat ini.

Bencana banjir dan tanah longsor ini telah mengakibatkan dampak kesehatan yang signifikan bagi para penyintas. PMI Aceh Utara merespons hal tersebut dengan menyediakan unit pengobatan darurat di sejumlah kecamatan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal).

Baca Juga  Banjir Aceh Utara: 81 Meninggal, 90 Hilang, 103 Ribu Mengungsi

“Kami tidak hanya menyalurkan bantuan sembako, tetapi juga fokus pada pengobatan darurat bagi masyarakat yang mulai terserang penyakit pascabanjir. Tim relawan kami juga bergerak melakukan pembersihan Masjid dan Meunasah agar masyarakat dapat segera kembali beribadah dengan layak,” ujar Tantawi, Rabu (17/12/2025).

Selain itu, distribusi air bersih terus dilakukan menggunakan armada tangki untuk menjangkau lokasi-lokasi di mana sumber air warga telah tercemar material banjir.

Banjir bandang kali ini tercatat sebagai salah satu bencana terbesar di wilayah tersebut. Selain menelan korban jiwa dan orang hilang, puluhan ribu warga masih berada di ratusan titik pengungsian. Banjir juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik, rumah warga, sekolah, lahan pertanian, dan perikanan.

Baca Juga  Kak Ana Salurkan Bantuan Senilai Rp335 Juta untuk Korban Banjir Aceh Utara

Hingga saat ini, PMI Aceh Utara tetap menyiagakan Posko Tanggap Darurat Bencana yang berlokasi di Jalan Abdullah Tb. Cumboek, Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe sebagai pusat koordinasi bantuan.

Melihat skala kerusakan yang meluas tidak hanya di Aceh tetapi juga wilayah Sumatera lainnya, Tantawi yang juga Anggota DPR Aceh itu berharap Pemerintah Pusat segera menetapkan status Bencana Nasional.

Penetapan status ini dinilai krusial untuk mempercepat proses rehabilitasi infrastruktur dan pemulihan ekonomi masyarakat. “Status bencana nasional akan membuka ruang bantuan kemanusiaan yang lebih luas dan terkoordinasi, termasuk dukungan dari komunitas internasional secara akuntabel sesuai undang-undang yang berlaku di Provinsi Aceh,” tutupnya. []