Berita Utama

Petani Maheng Optimalkan Sawah Tadah Hujan Hadapi Cuaca Tak Pasti

Avatar
×

Petani Maheng Optimalkan Sawah Tadah Hujan Hadapi Cuaca Tak Pasti

Sebarkan artikel ini
Petani di Gampong Maheng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar mulai mengoptimalkan sawah tadah hujan, Kamis, 26 Maret 2026. [Foto: MC Aceh Besar]

Byklik.com | Kota Jantho – Petani di Gampong Maheng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar mulai mengoptimalkan sawah tadah hujan sebagai strategi meningkatkan produksi padi. Hal ini sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.

Langkah ini dilakukan sebagai solusi atas keterbatasan irigasi teknis di wilayah yang bergantung pada curah hujan, sekaligus menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dalam memaksimalkan potensi lahan pertanian.

Di Aceh Besar, sektor pertanian menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah. Dengan luas sawah mencapai puluhan ribu hektare dan produktivitas rata-rata 5–6 ton per hektare, daerah ini dinilai memiliki potensi besar dalam menjaga ketersediaan beras.

Baca Juga  Prof Mirza Tabrani Terpilih sebagai Rektor USK Periode 2026–2031

Petani setempat, Nasri (45), menyebutkan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah ketidakpastian cuaca dan pengelolaan air yang belum merata.

“Kami berharap air bisa dikelola dengan baik. Sawah tadah hujan ini sangat potensial untuk meningkatkan produksi padi. Namun jika air tidak dikelola dengan baik, petani bisa mengalami gagal panen,” ujarnya saat ditemui di lokasi persawahan, Kamis, 26 Maret 2026.

Ia juga menekankan pentingnya gotong royong antarpetani dalam mengatur jadwal tanam dan distribusi air agar hasil panen lebih optimal.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus mendorong peningkatan luas tambah tanam (LTT) serta optimalisasi lahan melalui sinergi dengan penyuluh pertanian dan petani di lapangan.

Baca Juga  IPB Digitani Perluas Layanan Digital Petani Nelayan

Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga kesejahteraan petani melalui penyediaan teknologi, pelatihan, serta akses sarana produksi.

“Kalau semua petani serius mengelola lahannya, kami yakin swasembada pangan bisa tercapai. Kami di desa siap mendukung program pemerintah,” tambah Nasri.

Dengan pengelolaan yang tepat, sawah tadah hujan dinilai dapat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas produksi pangan di tengah tantangan perubahan iklim.