Berita UtamaHeadline

Pesawat Simulasi Haji Diresmikan di Banda Aceh

Avatar
×

Pesawat Simulasi Haji Diresmikan di Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
Garuda Indonesia bersama anak usahanya Citilink dan GMF AeroAsia, menyerahkan mockup pesawat B737-500 registrasi PK-GGD di Asrama Haji Banda Aceh. [Foto: Garuda Indonesia]

ByKlik.com | Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menghadiri peresmian pesawat simulasi dan Gedung A2 Grand Misfalah yang dibangun melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2025 di Asrama Haji Kelas I Aceh, Minggu, 15 Februari 2026.

Peresmian dilakukan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan. Kegiatan itu turut disaksikan Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Direktur Utama Citilink, anggota DPR RI, unsur Forkopimda, serta jajaran Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Fadhlullah menyatakan kehadiran pesawat simulasi dan Gedung A2 menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan calon jemaah haji di Aceh. Menurutnya, fasilitas tersebut memperkuat kesiapan teknis dan mental jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Pesawat ini merupakan wahana manasik pertama di Indonesia yang menggunakan badan pesawat asli, sehingga memberikan pengalaman nyata bagi jemaah dalam memahami proses penerbangan dan prosedur keselamatan,” ujar Fadhlullah.

Baca Juga  Tiket Ekonomi Turun, Garuda Dukung Stimulus Lebaran

Ia menambahkan, Gedung A2 Grand Misfalah diharapkan memperkuat kapasitas pemondokan dengan standar layanan yang lebih nyaman dan representatif, sejalan dengan peningkatan jumlah jemaah setiap tahun.

Dalam kesempatan itu, Fadhlullah juga mengaitkan peresmian pesawat simulasi dengan sejarah perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia saat Agresi Militer Belanda 1947 dan 1948, ketika Aceh menjadi salah satu wilayah yang tidak berhasil diduduki.

Ia mengingatkan kunjungan Presiden Soekarno ke Aceh pada 16 Juni 1948 untuk menggalang dana pembelian pesawat bagi perjuangan Republik yang tengah diblokade. Seruan tersebut disambut para saudagar yang tergabung dalam GASIDA bersama masyarakat Aceh.

Dana sebesar 120.000 dolar Malaya dan emas 20 kilogram berhasil dikumpulkan dan digunakan untuk membeli pesawat Dakota DC-3 yang menjadi cikal bakal Indonesian Airways, yang kemudian berkembang menjadi Garuda Indonesia. Pesawat itu dikenal sebagai Seulawah RI 001 dan menjadi simbol kontribusi Aceh bagi Republik.

Baca Juga  Mendagri: Estimasi Kebutuhan Anggaran Pemulihan Pascabencana Aceh Rp33,75 Triliun

Selain menyoroti aspek sejarah, Fadhlullah juga menyampaikan keprihatinan atas tingginya harga tiket penerbangan rute Aceh–Jakarta. Ia menilai kondisi tersebut ironis karena biaya perjalanan melalui Kuala Lumpur justru lebih murah dibanding penerbangan langsung.

Ia meminta maskapai mempertimbangkan penyesuaian harga tiket serta membuka kembali rute Banda Aceh–Medan dan penerbangan langsung umrah Aceh–Arab Saudi. Sementara itu, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan pelayanan haji, umrah, dan transportasi udara untuk Aceh. “Komitmen Presiden terkait haji dan umrah, khusus untuk Aceh, luar biasa,” ujarnya.