Byklik.com | Jakarta – PT Pertamina EP (PEP) Adera Field kembali mencatat temuan strategis dengan menemukan sumur minyak baru berpotensi 3.442 barel minyak per hari (BOPD), menjadi tambahan signifikan bagi pasokan energi nasional di tahun 2026.
Potensi tersebut terungkap melalui uji alir awal sumur ABB-143 (U1) yang dilakukan pada 30 Desember 2025 selama dua jam, dengan hasil sumur mampu mengalirkan minyak secara alami tanpa bantuan alat produksi.
Pengujian yang berlangsung pukul 14.30 hingga 16.30 WIB itu dinilai merepresentasikan kondisi aliran yang lebih stabil dibandingkan uji berdurasi singkat, sehingga memberikan gambaran awal kinerja reservoir.
Meski menunjukkan potensi besar, Pertamina menegaskan hasil uji tersebut belum mencerminkan angka produksi harian jangka panjang, melainkan menjadi dasar awal evaluasi teknis sumur dan karakteristik lapisan batuan.
Setelah tahap pembersihan sumur (clean up), PEP Adera Field melanjutkan uji multi laju alir (multi rate test) untuk menentukan laju produksi optimal, rasio gas terhadap minyak (GOR), serta kandungan air dalam minyak (watercut).
“Sumur ABB-143 (U1) diharapkan dapat memberikan tambahan produksi harian sekitar 458 barel minyak per hari pada kondisi operasi tertentu, dengan estimasi total perolehan minyak sekitar 750 ribu barel,” ujar General Manager Pertamina EP Zona 4 Djudjuwanto, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan pengeboran ini tidak terlepas dari integrasi data seismik 3D Abab tahun 2023 yang dianalisis secara mendalam oleh tim geologi, geofisika, reservoir, dan produksi.
Menurut Djudjuwanto, pemanfaatan data seismik yang lebih detail membuat pemetaan reservoir semakin presisi, sehingga peluang keberhasilan pengeboran sumur baru dapat dimaksimalkan.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menegaskan, “Pertamina terus mengakselerasi pengeboran masif dan inovatif di sektor hulu sebagai bagian dari komitmen mewujudkan ketahanan dan swasembada energi nasional.”











