Headline

Penembakan Bandara Korowai, Dua Awak Pesawat Tewas

Bambang Iskandar Martin
×

Penembakan Bandara Korowai, Dua Awak Pesawat Tewas

Sebarkan artikel ini
Satgas Damai Cartenz melakukan olah TKP, mwngumpulkan keterangan saksi, dan barang bukti, di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Jumat, 13 Februari 2026. (Ist)

Byklik.com | Korowai – Aksi penembakan terjadi di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Jumat, 13 Februari 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua awak pesawat meninggal dunia dan meninggalkan 13 lubang peluru di badan pesawat.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa temuan tersebut berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), keterangan saksi, dan barang bukti di lokasi.

“Dari hasil olah TKP, keterangan saksi, dan barang bukti yang ditemukan, kami menyimpulkan terdapat 13 lubang bekas proyektil pada badan pesawat,” ujar Yusuf.

Baca Juga  Satgas Damai Cartenz Hadirkan Layanan Kesehatan di Sugapa

Ia menjelaskan, insiden terjadi saat pesawat mendarat di Bandara Korowai Batu dan bergerak menuju apron setelah menurunkan penumpang dari Tanah Merah. Pada saat bersamaan, sejumlah penumpang yang akan melanjutkan penerbangan menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo, tengah bersiap naik ke pesawat.

Menurut keterangan kepolisian, sekitar 20 orang pelaku diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata api dan senjata tajam. Penumpang yang berada di sekitar lokasi panik dan berupaya menyelamatkan diri.

Baca Juga  Cakupan JKN 99 Persen, Lhokseumawe Raih UHC Award 2026

Dalam situasi tersebut, pilot dan kopilot dilaporkan dikejar hingga ditembak di area dekat landasan pacu. Aparat masih melakukan pendalaman terkait identitas dan motif para pelaku.

Yusuf menambahkan, keterangan saksi diperoleh dari para penumpang yang selamat dan berada di sekitar bandara saat kejadian berlangsung.

Pasca peristiwa itu, Satgas Operasi Damai Cartenz meningkatkan pengamanan di sejumlah titik rawan di wilayah Papua Selatan guna mengantisipasi gangguan keamanan lanjutan. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.***