Berita Utama

Pemko Lhokseumawe Salurkan Rp35,6 Miliar Bantuan Rumah Rusak

Avatar
×

Pemko Lhokseumawe Salurkan Rp35,6 Miliar Bantuan Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota Lhokseumawe salurkan bantuan stimulan perbaikan rumah rusak akibat bencana tahap pertama, Jumat, 13 Februari 2026. [Foto: Humas Setdako]

ByKlik.com | Lhokseumawe — Pemerintah Kota Lhokseumawe menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi Siklon Sinyar Tahap I, yang dilaksanakan serentak di Provinsi Aceh, Jumat, 13 Februari 2026. Total bantuan yang digelontorkan mencapai Rp35,685 miliar.

Penyerahan bantuan simbolis dilakukan Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, dan dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto serta unsur Forkopimda setempat.

Berdasarkan hasil verifikasi BNPB dan APIP Pusat, dari 1.296 rumah yang diusulkan, sebanyak 1.275 unit dinyatakan lolos, terdiri atas 74 rumah rusak berat, 1.178 rusak sedang, dan 23 rusak ringan.

Baca Juga  Satgas Yonif 113/JS Dengarkan Keluhan Warga Lewat "Jaya Sakti Menyapa"

Pada tahap pertama ini, bantuan diberikan kepada kategori rusak sedang dan rusak ringan, masing-masing sebesar Rp30 juta dan Rp15 juta per unit. Sementara rumah rusak berat akan diproses pada tahap berikutnya.

“Bagi masyarakat yang NIK-nya belum masuk pada tahap pertama, masih bisa diusulkan kembali dan akan diverifikasi ulang,” ujar Sayuti.

Baca Juga  Bupati Pidie Jaya Targetkan Pengungsi Keluar Tenda Sebelum Ramadan

Ia menegaskan bantuan tersebut harus dimanfaatkan sesuai peruntukan. “Ini amanah pemerintah, jangan diselewengkan,” tegasnya.

Kepala BNPB Suharyanto memastikan seluruh warga terdampak yang memenuhi syarat akan mendapatkan bantuan secara bertahap. Ia juga meminta masyarakat bersabar menunggu proses pengusulan lanjutan.

Proses perbaikan rumah akan didampingi tim teknis yang dikoordinasikan BPBD Kota Lhokseumawe. Pencairan dana dilakukan dalam dua tahap, yakni 80 persen pada tahap awal dan 20 persen setelah progres pekerjaan diverifikasi.