Berita Utama

Pemko Lhokseumawe Salurkan Bantuan Pendidikan di Ujong Pacu

Bambang Iskandar Martin
×

Pemko Lhokseumawe Salurkan Bantuan Pendidikan di Ujong Pacu

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar menyerahkan bantuan alat tulis sekolah dan sarana pendidikan di SDN 3 Muara Satu, Ujong Pacu. (Foto: Dok. Humas Pemko Lhokseumawe)

Byklik.com | Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan pascabencana banjir dengan menyalurkan bantuan alat tulis sekolah dan sarana pendukung pendidikan di Gampong Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Rabu, 17 Desember 2025.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., kepada SD Negeri 3 Muara Satu dan SMP Negeri 17 Lhokseumawe. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan yang terdampak banjir besar pada akhir November 2025 lalu.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe Yuswardi, S.KM., M.S.M., Camat Muara Satu Mustazir Ramli, S.IP., M.Si., Kepala Bagian Prokopim Setdako Hermawan, S.T., M.A.P., para kepala sekolah penerima bantuan, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe.

Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut memberikan dampak signifikan terhadap sektor pendidikan, khususnya di Gampong Ujong Pacu. Selain permukiman warga, sejumlah bangunan sekolah turut terdampak parah akibat banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar tiga meter. Akibatnya, hampir seluruh mobiler dan sarana pendukung proses belajar mengajar mengalami kerusakan.

Baca Juga  Rumah Petani di Aceh Utara Ludes Terbakar

Ruang kelas dipenuhi lumpur, lingkungan sekolah dalam kondisi tidak tertata, serta berbagai perangkat elektronik dan buku bacaan terendam air. Kondisi ini menyebabkan aktivitas pembelajaran terganggu dan membutuhkan penanganan segera agar sekolah dapat kembali berfungsi secara normal.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Lhokseumawe telah mengerahkan relawan dan perangkat daerah terkait untuk melakukan pembersihan lumpur serta sisa material banjir di lingkungan SDN 3 Muara Satu dan SMPN 17 Lhokseumawe, sehingga proses pemulihan dapat dilakukan secara bertahap.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 250 paket alat tulis siswa untuk SDN 3 Muara Satu serta satu unit perangkat Starlink sebagai dukungan akses internet sekolah. Seluruh bantuan tersebut bersumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh.

Sementara itu, SMPN 17 Lhokseumawe juga menerima 30 paket alat tulis siswa yang dilengkapi seragam sekolah dan seragam Pramuka dari BPMP Aceh. Selain itu, sekolah tersebut memperoleh bantuan berupa 34 unit meja belajar dan 68 unit kursi belajar siswa yang berasal dari Pesantren/SMP Tahfidz Abdurrahman Basuri, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Bantuan lainnya berupa pakaian dan berbagai perlengkapan turut disalurkan kepada anak-anak dan masyarakat Gampong Ujong Pacu. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan donasi dari pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe serta unsur lainnya.

Baca Juga  Pemko Lhokseumawe Perkuat Sinergi dengan Pelaku Usaha Migas

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Lhokseumawe menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan layanan pendidikan tetap berjalan meskipun berada dalam kondisi pascabencana.

“Pendidikan tidak boleh terhenti meskipun kita sedang menghadapi bencana. Pemerintah Kota Lhokseumawe akan terus hadir untuk memastikan anak-anak kita tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak,” ujar Sayuti Abubakar.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus melakukan langkah-langkah pemulihan secara bertahap, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun pemenuhan kebutuhan belajar siswa.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban sekolah dan siswa agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan. Pemerintah akan terus berupaya memulihkan fasilitas pendidikan agar aman, nyaman, dan layak digunakan,” katanya.

Gampong Ujong Pacu diketahui menjadi salah satu wilayah terdampak terparah akibat banjir di Kota Lhokseumawe. Ratusan kepala keluarga sempat mengungsi karena wilayah tersebut terisolasi. Pemerintah Kota Lhokseumawe bersama para pemangku kepentingan terus bersinergi dalam penanganan pascabencana serta pemulihan kehidupan masyarakat, termasuk di sektor pendidikan.***