Byklik.com | Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menggandeng Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) untuk menyusun Detail Engineering Design (DED) Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara), serta melakukan kajian kawasan risiko bencana.
Kerja sama tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, S.T., M.M., di Ruang Kerja Wakil Bupati Pidie Jaya, Jumat, 26 Desember 2025. Rapat turut dihadiri unsur OPD terkait, BPBD, serta para camat wilayah terdampak.
Wakil Bupati Hasan Basri menegaskan, penyusunan DED dan kajian risiko bencana menjadi syarat sebelum pembangunan Huntap dan Huntara dilaksanakan. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan lokasi dan desain hunian berada di zona aman serta memenuhi standar teknis dan keselamatan.
“Kajian teknis diperlukan agar pembangunan hunian tidak menimbulkan risiko baru di kemudian hari,” kata Hasan Basri.
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan Fakultas Teknik USK diharapkan dapat memberikan dukungan akademis berupa analisis kawasan rawan bencana dan perencanaan teknis yang terintegrasi dengan tata ruang daerah.
Sementara itu, Fakultas Teknik USK menyatakan kesiapan mendukung Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui pengumpulan data lapangan, kajian teknis, dan penyusunan dokumen perencanaan sebagai dasar pembangunan Huntap dan Huntara bagi masyarakat terdampak bencana.
Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan awal terkait tahapan teknis lanjutan yang akan segera ditindaklanjuti oleh masing-masing pihak.***











