Berita UtamaHeadline

Pemkab Pastikan Rekrutmen PT CK Utamakan Warga Aceh Barat

Avatar
×

Pemkab Pastikan Rekrutmen PT CK Utamakan Warga Aceh Barat

Sebarkan artikel ini
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Distrannaker) bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) melakukan pendampingan seleksi calon pekerja PT Cipta Kridatama (CK) Site Mifa, Sabtu, 4 April 2026.

Byklik.com | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Distrannaker) bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) melakukan pendampingan seleksi calon pekerja PT Cipta Kridatama (CK) Site Mifa, Sabtu, 4 April 2026.

Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan proses rekrutmen tenaga kerja berjalan tertib, transparan, dan mengutamakan masyarakat lokal.

Kepala Distrannaker Aceh Barat, Abdulah SS, mengatakan sejumlah posisi dibuka, di antaranya operator alat berat dan pengemudi, seperti Operator OHT 100 Ton, Driver Dump Truck, hingga Operator Excavator dan Bulldozer.

Baca Juga  FEB UTU Kukuhkan 68 Sarjana, Siap Perkuat Sektor Agro-Marine Aceh Barat Selatan

“Prioritas utama diberikan kepada putra-putri asli Aceh Barat yang dibuktikan dengan KTP dan domisili minimal tiga tahun,” ujar Abdulah.

Ia menjelaskan, verifikasi data kependudukan dilakukan langsung oleh Disdukcapil guna memastikan keabsahan dokumen para pelamar.

Untuk posisi Operator Hauling OHT 100 Ton, tercatat 40 pelamar telah lulus seleksi administrasi dan mengikuti tes kemampuan dasar. Sementara posisi lainnya masih dalam tahap pendaftaran dan pengumpulan data.

Adapun kebutuhan tenaga kerja meliputi puluhan posisi, mulai dari driver hingga operator alat berat berbagai tipe.

Baca Juga  Bupati Aceh Tengah Usulkan Program Kampung Nelayan ke KKP

Abdulah menegaskan, seluruh pelamar wajib memenuhi persyaratan administratif dan teknis, termasuk memiliki sertifikasi keahlian serta pengalaman kerja sesuai bidang yang dilamar.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah bertujuan menjaga integritas proses seleksi agar bebas dari praktik kecurangan dan diskriminasi.

“Pendampingan ini untuk memastikan seleksi berjalan transparan dan memberikan kesempatan adil bagi masyarakat lokal,” katanya.

Ia berharap, melalui langkah ini, peluang kerja dari proyek industri di Aceh Barat dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tenaga kerja setempat, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi daerah.