Berita Utama

Pemkab Aceh Tengah Komitmen Tingkatkan Museum Negeri Gayo

Bambang Iskandar Martin
×

Pemkab Aceh Tengah Komitmen Tingkatkan Museum Negeri Gayo

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, bertemu dengan Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Gedung Kementerian Kebudayaan (Gedung E), Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum, di Jakarta Pusat, Selasa, 27 Januari 2026. (Ist)

Byklik.com | Jakarta – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas Museum Negeri Gayo agar berfungsi optimal sebagai pusat pendidikan kebudayaan sekaligus penguatan identitas daerah.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, saat bertemu dengan Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Gedung Kementerian Kebudayaan (Gedung E), Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum, di Jakarta Pusat, Selasa, 27 Januari 2026.

Dalam pertemuan itu, Bupati Haili Yoga menekankan pentingnya menjaga keaslian dan kekuatan identitas budaya Gayo di tengah arus modernisasi. Menurutnya, pembangunan kebudayaan tidak boleh mengabaikan nilai sejarah dan jati diri daerah.

“Budaya menjadi hal yang sangat penting. Identitas Gayo harus tampil kuat dan otentik. Jangan sampai demi mengejar modernitas, kita justru meninggalkan budaya dan sejarah. Jika itu terjadi, kita akan kehilangan jati diri. Museum ini penting, bukan sekadar pelengkap,” ujar Haili Yoga.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum silaturahmi pascapelantikan Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum sebagai Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan. Dalam kesempatan itu, Kementerian Kebudayaan menyampaikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam membenahi Museum Negeri Gayo.

Baca Juga  Bupati Aceh Tengah Bayar Ganti Rugi Lahan Relokasi Warga Kutereje

“Kami melihat adanya komitmen dan kepedulian nyata dari Bupati Aceh Tengah untuk melakukan perbaikan. Namun, ada sejumlah catatan penting, termasuk perlunya penelitian yang kuat sebagai dasar pengembangan museum ke depan,” kata Agus Mulyana.

Saat ini, Kementerian Kebudayaan membina sebanyak 515 museum di seluruh Indonesia melalui berbagai program, antara lain pelatihan, Dana Alokasi Khusus (DAK), serta standarisasi museum.

Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, UPTD Museum Negeri Gayo ditetapkan sebagai Museum Tipe C, sesuai hasil standarisasi dan evaluasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang ditandatangani oleh Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc., dengan Nomor Registrasi Museum 11.04.U.04.0003.

Penetapan tersebut menjadi dasar evaluasi sekaligus pijakan untuk peningkatan kelas museum di masa mendatang. Untuk naik kelas, Kementerian Kebudayaan menilai sejumlah aspek utama, meliputi kelembagaan dan tata kelola museum, kompetensi sumber daya manusia, penetapan surat keputusan pengelola, ketersediaan anggaran melalui skema berbagi APBD, kondisi fisik museum, serta komitmen pemerintah daerah dalam memajukan museum.

Baca Juga  VRI Aceh Perkuat Upaya Pemulihan Jaringan Listrik di Bireuen

Dari sisi sumber daya manusia, museum dengan peringkat tinggi diwajibkan memiliki enam profesi utama, yakni kurator, konservator, preparator atau penata pameran, edukator atau pemandu, petugas promosi dan hubungan masyarakat, serta registrator. Saat ini, Museum Negeri Gayo masih terbatas pada fungsi pemandu, sehingga diperlukan langkah strategis untuk memenuhi standar SDM sesuai ketentuan nasional.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama Kementerian Kebudayaan juga membahas usulan revitalisasi Museum Negeri Gayo melalui DAK Museum sebagai upaya konkret meningkatkan kualitas pengelolaan, layanan edukasi, serta dampak museum terhadap perekonomian dan kebudayaan masyarakat.

“Kebudayaan bukan hanya soal selebrasi, tetapi harus memberi dampak nyata. Museum harus hidup, memberikan manfaat pendidikan, ekonomi, dan memperkuat identitas,” ujar Agus Mulyana.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menegaskan komitmennya menjadikan Museum Negeri Gayo tidak sekadar ruang pamer, melainkan pusat pembelajaran, riset, dan kebanggaan budaya Gayo sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.***