Nasional

Pemerintah Siapkan Rp336 Miliar untuk Percepat Pemulihan Sawah Pascabanjir

Bambang Iskandar Martin
×

Pemerintah Siapkan Rp336 Miliar untuk Percepat Pemulihan Sawah Pascabanjir

Sebarkan artikel ini
Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi atau Titek Soeharto, meninjau lahan sawah yang terdampak bencana hidrometeorogi. (Foto: Antara)

Byklik.com | Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sekitar Rp336 miliar untuk mempercepat rehabilitasi lahan sawah yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan guna memulihkan produksi pertanian dan menjaga pasokan pangan di wilayah terdampak.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, mengatakan anggaran tersebut difokuskan pada perbaikan sawah dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang agar dapat segera kembali berproduksi.

“Anggaran tersebut digunakan untuk memulihkan sawah dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang agar dapat segera kembali berproduksi dan menjaga pasokan pangan daerah,” ujar Hermanto, Senin, 16 Februari 2026.

Baca Juga  RS Kemenkes Surabaya Sukses Operasi Bypass Tanpa Belah Dada

Menurutnya, program ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) rehabilitasi yang dilaksanakan serentak pada 15 Januari 2026. Percepatan rehabilitasi menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Upaya tersebut tetap dilaksanakan meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi curah hujan pada Januari hingga Maret 2026 berada pada kategori menengah hingga tinggi. Kondisi cuaca tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan rehabilitasi di lapangan.

“Harapan pemerintah ke depan adalah segera merehabilitasi lahan sawah dan memperbaiki irigasi pertanian yang rusak agar dapat dimanfaatkan kembali oleh petani untuk menanam,” kata Hermanto.

Baca Juga  Anak 11 Tahun Tewas Tertimpa Tower di Cianjur

Ia menjelaskan, curah hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah menjadi tantangan tersendiri. Beberapa desa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih mengalami hujan dengan intensitas cukup tinggi, sehingga memengaruhi proses persiapan lahan, termasuk pengangkatan endapan lumpur.

Kondisi tersebut mendorong tim teknis melakukan penyesuaian strategi di lapangan. Kementan berencana melakukan survei ulang untuk mengidentifikasi sedimen atau endapan lumpur baru yang berpotensi memengaruhi biaya penanganan, seperti pembuangan sedimen di lahan dan saluran irigasi.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap proses rehabilitasi dapat berjalan optimal sehingga lahan pertanian yang terdampak banjir segera kembali produktif.***