Nasional

Pemerintah Perkuat Engineering Hadapi Era Digital

Bambang Iskandar Martin
×

Pemerintah Perkuat Engineering Hadapi Era Digital

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan sambutannya pada peringatan World Engineering Day 2026 yang diselenggarakan Persatuan Insinyur Indonesia dan didukung World Federation of Engineering Organizations serta UNESCO, di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026. (Ist)

Byklik.com | Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat sektor rekayasa (engineering) guna mendukung transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030, dunia membutuhkan investasi tahunan sekitar USD4–7 triliun. Menurutnya, investasi tersebut harus diarahkan pada sektor yang cerdas dan ramah lingkungan.

“Digitalisasi dan keberlanjutan kini bukan lagi dua jalur yang berjalan sendiri-sendiri, tetapi telah menyatu,” ujar Airlangga dalam sambutannya pada peringatan World Engineering Day 2026 yang diselenggarakan Persatuan Insinyur Indonesia dan didukung World Federation of Engineering Organizations serta UNESCO, di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Airlangga menilai Indonesia saat ini menjadi laboratorium aktif bagi inovasi berbasis digital dan keberlanjutan. Valuasi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD124 miliar pada 2025, terbesar di kawasan ASEAN. Selain itu, penetrasi koneksi seluler telah mencapai 116 persen, dengan sekitar 230 juta pengguna internet dan 180 juta identitas media sosial.

Namun demikian, Indonesia berada di peringkat ke-51 dalam World Digital Competitiveness Rankings 2025, turun dari posisi ke-43 pada 2024. Meski terjadi penurunan, Airlangga menegaskan pemerintah tetap optimistis dan menilai penguatan sektor engineering menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing digital nasional.

Baca Juga  Ruwaidawati dan Semangat Guru Muda Gayo Lues di Era Digital

Indonesia juga menargetkan masuk 45 besar Global Innovation Index pada 2030 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045. Sementara itu, berdasarkan Cyber Security Index 2024, Indonesia telah berada di Tier 1 atau kategori “role model”.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Big Data untuk menjawab tantangan nasional, mulai dari kelangkaan air, optimalisasi jaringan energi, hingga pembangunan kota tangguh.

Ia mengungkapkan, Indonesia masih kekurangan tenaga insinyur, terutama untuk mendukung pengembangan industri semikonduktor dan digital. Pemerintah memperkirakan kebutuhan tambahan sekitar 45 persen dari jumlah insinyur saat ini. Khusus industri semikonduktor dibutuhkan sekitar 15 ribu insinyur, sementara sektor digital memerlukan tambahan sekitar 150 ribu insinyur per tahun dalam enam tahun ke depan.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mendorong program pelatihan vokasi, retraining, dan reskilling. Selain itu, kerja sama pelatihan juga dilakukan dengan ARM Limited untuk menyiapkan 15 ribu insinyur dalam ekosistem industri semikonduktor.

Baca Juga  Ekspedisi Patriot Pacu Transformasi Ekonomi Transmigrasi

Indonesia juga tercatat sebagai negara pertama di ASEAN yang menyelesaikan UNESCO AI Readiness Assessment. Hal ini menunjukkan kesiapan Indonesia tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pengembang teknologi AI dengan kerangka hukum, etika, dan sosial yang terstruktur.

Secara global, AI diproyeksikan berkontribusi hingga USD15,7 triliun terhadap perekonomian dunia pada 2030. Di Indonesia, AI generatif berpotensi menyumbang hingga USD243,5 miliar terhadap perekonomian nasional.

“Indonesia adalah pasar potensial yang besar. Namun kita harus memastikan tidak hanya menjadi konsumen teknologi, melainkan juga pencipta dan pemiliknya,” tegas Airlangga.

Peringatan World Engineering Day 2026 mengusung tema “Smart Engineering for Sustainable Future through Innovation and Digitalization”. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie, President WFEO Seng Chuan Tan, Director of Jakarta UNESCO Office Maki Katsuno Hayashikawa, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi, serta Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Hermansyah Siregar.***