Nasional

Pemerintah Luncurkan Stimulus Ekonomi Jelang Ramadan dan Idulfitri

Bambang Iskandar Martin
×

Pemerintah Luncurkan Stimulus Ekonomi Jelang Ramadan dan Idulfitri

Sebarkan artikel ini
Koferensi pers stimulus ekonomi HBKN Idulfitri 2026, dilaksanakan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. (Ist)

Byklik.com | Jakarta – Pemerintah resmi meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 sebagai langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat serta mendukung kelancaran mobilitas menjelang bulan suci Ramadan dan libur Idulfitri 2026. Peluncuran paket kebijakan tersebut dilaksanakan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Paket Stimulus Ekonomi I-2026 memuat sejumlah kebijakan terintegrasi yang dirancang untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu kebijakan utama dalam paket tersebut adalah pemberian diskon tarif transportasi dengan total estimasi anggaran sebesar Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN serta dukungan non-APBN.

“Paket Stimulus Ekonomi I-2026 kami siapkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kelancaran mobilitas menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah ingin masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial dengan nyaman, aman, serta biaya yang lebih terjangkau,” ujar Airlangga.

Baca Juga  BMKG Pamerkan Teknologi Peringatan Dini di EDRR Indonesia 2025

Kebijakan diskon transportasi meliputi potongan tarif kereta api sebesar 30 persen yang berlaku pada 14–29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang. Selain itu, diskon angkutan laut sebesar 30 persen diberlakukan pada periode 11 Maret hingga 5 April 2026 dengan target 445 ribu penumpang.

Pemerintah juga memberikan stimulus pada sektor penyeberangan berupa pembebasan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan pada 12–31 Maret 2026. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang. Sementara itu, diskon tiket pesawat kelas ekonomi domestik sebesar 17–18 persen akan diberlakukan pada 14–29 Maret 2026 dengan target 3,3 juta penumpang.

“Melalui diskon transportasi, kebijakan kerja fleksibel, dan penyaluran bantuan pangan, pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional serta mendorong konsumsi domestik di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat pada periode Ramadan dan Lebaran,” tambah Airlangga.

Baca Juga  Dorong Pertumbuhan dan Serap Tenaga Kerja, Pemerintah Luncurkan Delapan Paket Ekonomi

Dalam rangka mengurai kepadatan arus mudik, pemerintah juga menetapkan kebijakan work from anywhere (WFA) atau flexible working arrangement (FWA) selama lima hari, yakni pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.

Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan pangan untuk memperkuat daya beli masyarakat. Bantuan tersebut berupa 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng per bulan yang diberikan sekaligus untuk dua bulan. Program ini ditujukan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat dari kelompok desil 1 hingga 4 dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun.

Melalui Paket Stimulus Ekonomi I-2026, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional, mendorong konsumsi masyarakat, serta memastikan kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.***