Berita Utama

Pemerintah Aceh Gelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi di Takengon

Bambang Iskandar Martin
×

Pemerintah Aceh Gelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi di Takengon

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga meninjau Operasi Pasar Tanggap Inflasi Aceh untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu, 14 Maret 2026. (Ist)

Byklik.com | Takengon – Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi Aceh untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Takengon, Sabtu, 14 Maret 2026.

Operasi pasar ini merupakan program Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh yang dilaksanakan serentak di lima kabupaten/kota yang menjadi daerah pengukur inflasi di Aceh pada 14–16 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan sejumlah bahan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat. Komoditas yang dijual antara lain beras premium Rp109.000 per sak (10 kilogram), minyak goreng Rp33.000 per dua liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp43.000 per papan.

Untuk pelaksanaan di Aceh Tengah, pemerintah menyiapkan sebanyak 750 paket bahan pokok bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, operasi pasar ini menyediakan komoditas bersubsidi berupa beras premium sebanyak 90.000 kilogram, gula pasir 15.000 kilogram, minyak goreng 15.000 liter, serta telur ayam ras sebanyak 8.250 papan.

Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, mengatakan ketersediaan beras di daerah masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Baca Juga  Plh Kadis Dayah Aceh Sambangi Sejumlah Dayah di Aceh Utara

“Stok beras masih aman. Saat ini di Bulog tersedia hampir 800 ton dan dalam waktu dekat akan datang lagi sekitar 800 ton sebagai persiapan menghadapi Hari Raya Idulfitri. BBM juga cukup, begitu pula kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tingginya angka inflasi di Aceh Tengah dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti daging ayam, telur, dan daging sapi. Selain itu, faktor distribusi juga turut memengaruhi harga di pasaran.

Menurutnya, kondisi jalur transportasi menyebabkan kendaraan besar belum dapat melintas sehingga distribusi barang masih menggunakan kendaraan kecil dengan biaya angkut yang lebih tinggi.

Bupati juga mengimbau masyarakat agar melaporkan kepada pemerintah jika menemukan harga kebutuhan pokok yang dinilai terlalu tinggi di pasaran.

“Jika ada harga yang terlalu tinggi, sampaikan kepada pemerintah. Kami akan melakukan operasi pasar bersama Forkopimda Aceh Tengah dan menindaklanjutinya melalui dinas terkait. Pemerintah hadir untuk melayani masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aceh, Ir. T. Robby Irza, mengatakan operasi pasar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi menjelang Idulfitri.

Baca Juga  Aksi di Simeulue, Beasiswa dan Nasib Becak Disuarakan

Ia menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di lima daerah pengukur inflasi di Aceh. Gubernur berada di Banda Aceh, Wakil Gubernur di Lhokseumawe, Asisten III di Aceh Tamiang, Asisten I di Aceh Barat, sementara dirinya menghadiri kegiatan di Aceh Tengah.

Menurutnya, menjelang Hari Raya Idulfitri biasanya terjadi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat yang diikuti dengan meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan pokok sehingga berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran.

Saat ini, angka inflasi di Provinsi Aceh tercatat sebesar 6,94 persen. Aceh Tengah menjadi salah satu daerah dengan tingkat inflasi yang cukup tinggi, terutama dipicu oleh kenaikan harga komoditas seperti daging ayam, telur, dan beras.

“Melalui operasi pasar ini, pemerintah berupaya menekan harga bahan pokok dan menjaga stabilitas pangan sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri dengan lebih tenang,” ujarnya.

Pemerintah berharap kegiatan operasi pasar tersebut dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.***