Berita Utama

Mualem Paparkan LKPJ 2025 di Rapat Paripurna DPRA

Bambang Iskandar Martin
×

Mualem Paparkan LKPJ 2025 di Rapat Paripurna DPRA

Sebarkan artikel ini
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Zulfadhli, Senin, 6 April 2026 siang. (Ist)

Byklik.com | Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Senin, 6 April 2026 siang.

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadhli tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, serta para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

Dalam penyampaiannya, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem menegaskan bahwa capaian pembangunan sepanjang tahun 2025 merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat Aceh.

Baca Juga  ASN Aceh Tahap Kedua Segera Dikirim Pulihkan Sekolah Aceh Tamiang

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama yang patut kita syukuri,” ujarnya di hadapan peserta rapat paripurna.

Dari sisi keuangan, Pemerintah Aceh mencatat realisasi pendapatan lebih dari Rp10,69 triliun atau 100,07 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat lebih dari Rp10,61 triliun atau 95,07 persen dari anggaran yang dialokasikan.

Selain itu, indikator pembangunan manusia menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh meningkat dari 75,36 pada tahun sebelumnya menjadi 76,23. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 14,23 persen menjadi 12,23 persen, sedangkan tingkat pengangguran menurun dari 5,75 persen menjadi 5,64 persen.

Baca Juga  Gubernur Mualem Tinjau Lokasi Calon Penerima Bantuan RLH di Aceh Singkil

Pemerintah Aceh, lanjut Mualem, terus mengakselerasi sejumlah program prioritas, antara lain pembangunan rumah layak huni, peningkatan infrastruktur, pemberian beasiswa pendidikan, serta penyediaan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Di sektor investasi, realisasi penanaman modal juga menunjukkan kinerja positif dengan capaian lebih dari Rp9 triliun.

Ia menegaskan, seluruh program pembangunan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan melalui pengelolaan anggaran yang efektif dan akuntabel.

“Sinergi semua pihak menjadi kunci dalam mewujudkan Aceh yang lebih maju dan islami,” pungkas Muzakir Manaf.***