ByKlik.com | Banda Aceh — Delegasi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh untuk meninjau langsung penanganan dan pemulihan pascabencana alam, Selasa, 10 Februari 2026. Kunjungan berlangsung di Posko Tanggap Darurat Bencana di Kantor Gubernur Aceh.
Delegasi dipimpin Ketua MPR RI Ahmad Muzani, didampingi Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Lestari Moerdijat, Rusdi Kirana, Eddy Soeparno, Edhie Baskoro Yudhoyono, dan A.M. Akbar Supratman, serta diikuti 23 anggota MPR RI lainnya. Kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BPOM, anggota DPR RI daerah pemilihan Aceh, serta sejumlah kepala daerah terdampak bencana.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf tidak hadir dalam pertemuan tersebut dan diwakili Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah bersama jajaran Pemerintah Aceh.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menjelaskan kunjungan ini merupakan tindak lanjut pertemuan sebelumnya dengan Gubernur Aceh yang melaporkan dampak banjir bandang dan longsor yang dinilai sangat parah.
“Kedatangan kami ke Aceh untuk menindaklanjuti laporan tersebut sekaligus melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar Muzani.
Selain meninjau kondisi pascabencana, delegasi MPR RI juga menyalurkan bantuan kemanusiaan sebanyak 15 ribu paket kepada delapan kabupaten/kota di Aceh, yakni Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Delegasi juga menyerahkan bantuan perlengkapan ibadah untuk membantu masyarakat menghadapi Ramadan.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak dan membantu proses pemulihan, apalagi menjelang Ramadan,” kata Muzani.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah melaporkan masih terdapat korban bencana yang tinggal di tenda pengungsian. Pemerintah Aceh meminta percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi korban terdampak.
“Kami berharap percepatan pembangunan huntara dan hunian tetap segera direalisasikan,” ujarnya.
Fadhlullah juga menekankan keterbatasan fiskal daerah dalam membiayai pemulihan pascabencana sehingga membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut terdapat tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Namun, masih terdapat sejumlah daerah yang membutuhkan perhatian khusus.
“Masih ada beberapa daerah yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk enam kabupaten di Aceh yang memerlukan atensi penuh,” kata Tito.











