Byklik.com | Aceh Utara – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Pase kewalahan mendistribusikan air bersih ke sekitar 200 titik pengungsian korban banjir di Kabupaten Aceh Utara. Keterbatasan armada menjadi kendala utama di tengah luasnya wilayah layanan serta medan sulit yang harus ditempuh.
Direktur Utama Perumdam Tirta Pase, Imran, S.T., mengatakan saat ini pihaknya hanya mengandalkan dua unit mobil tangki dan dua unit mobil pick-up untuk memenuhi kebutuhan air bersih para pengungsi yang tersebar di berbagai kecamatan.
“Jumlah armada sangat terbatas, sementara titik pengungsian mencapai sekitar 200 lokasi dengan jarak yang berjauhan serta kondisi medan yang terjal dan berlumpur,” ujar Imran, Sabtu, 27 Desember 2025.
Ia menyebutkan, Perumdam Tirta Pase telah mengajukan permohonan bantuan penambahan armada serta kebutuhan bahan baku kimia penjernih air, yakni Polyaluminium Chloride (PAC), kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh, Balai terkait, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kami berharap ada dukungan, mengingat sebaran titik pengungsian berada di berbagai wilayah layanan,” katanya.
Selama masa tanggap darurat banjir, lanjut Imran, pendistribusian air bersih dilakukan secara ekstra dengan memanfaatkan mobil pick-up yang membawa air minum kemasan dan galon sebanyak 40 hingga 50 tabung per unit. Sementara mobil tangki mengangkut air bersih menggunakan tandon berkapasitas sekitar lima ton per unit.
“Hingga kini kami masih bergerak secara mandiri. Belum ada bantuan untuk stabilitas produksi maupun penambahan kendaraan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Perumdam Tirta Pase juga masih menghadapi dampak kerusakan infrastruktur akibat banjir. Sejumlah instalasi pengolahan air mengalami kerusakan, sementara pendapatan perusahaan belum kembali normal karena distribusi air sempat terhenti selama sekitar dua pekan.
“Banyak instalasi yang rusak, dan penagihan pelanggan belum bisa berjalan normal akibat gangguan suplai air saat banjir,” tutur Imran.
Air Kemasan “Ie Lon” untuk Korban Banjir

Imran menambahkan, produk air minum kemasan “Ie Lon” milik Perumdam Tirta Pase telah diluncurkan perdana sejak 2 Desember 2025. Seluruh produksi air kemasan tersebut didistribusikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum warga terdampak banjir.
“Peluncuran resmi sebenarnya sudah direncanakan. Namun karena bencana datang, kami langsung mendistribusikannya untuk warga yang mengalami krisis air bersih di lokasi banjir,” jelasnya.
Sebelas Instalasi Pulih, Satu Masih Rusak
Lebih lanjut disampaikannya, akibat bencana banjir, tercatat 11 instalasi milik Perumdam Tirta Pase mengalami kerusakan. Namun seluruh instalasi tersebut telah berhasil diperbaiki dan kembali melayani masyarakat sejak 10 Desember 2025.
Sementara itu, satu unit instalasi di Kecamatan Langkahan hingga kini belum dapat difungsikan karena mengalami kerusakan berat. Selain permukiman warga yang terdampak parah, sejumlah jaringan pipa juga terseret arus banjir.
“Di beberapa wilayah, distribusi air memang belum sepenuhnya merata. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk saling berbagi dalam penggunaan air bersih,” kata Imran.
Ia menambahkan, pasokan air bersih untuk wilayah Seunuddon, Baktiya, Tanah Jambo Aye, dan sekitarnya saat ini disuplai dari sumber air di Lhoksukon.***











