Byklik.com | Jakarta — Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia mendorong peningkatan produktivitas komoditas durian di kawasan transmigrasi Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sebagai strategi menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis potensi unggulan daerah. Langkah ini diarahkan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, dan menarik investasi ke wilayah transmigrasi.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan kepastian status lahan menjadi kunci utama untuk menarik investor. Menurutnya, Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi di Parigi Moutong harus berada dalam kondisi clean and clear.
“Peningkatan produktivitas komoditas unggulan seperti durian harus didukung dengan kepastian lahan agar menarik minat investor. Oleh karena itu, HPL transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong perlu berada dalam clean and clear,” ujar Iftitah saat menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang dipimpin Bupati Erwin Burase, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menambahkan, sisa HPL transmigrasi perlu ditingkatkan menjadi sertifikat dan dilakukan valuasi agar mampu mengundang investor dalam dan luar negeri.
“Fokus Kementerian Transmigrasi saat ini adalah produktivitas. Kami ingin memberi dampak langsung pada pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja di kawasan transmigrasi. Jika produktivitas meningkat, investasi bisa masuk dan menyerap tenaga kerja,” tegasnya.
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menyampaikan sebagian besar masyarakat di daerahnya berkembang dari program transmigrasi. Selain sektor perikanan, komoditas durian kini menjadi andalan daerah tersebut.
“Sejak tahun 2023, komoditas unggulan kami adalah durian dan telah melakukan ekspor perdana ke Tiongkok sebanyak 20 ton,” ujar Erwin.
Ia menjelaskan Parigi Moutong merupakan kabupaten terluas di Provinsi Sulawesi Tengah. Kawasan Tomini Raya menjadi sentra transmigrasi berbasis perikanan, meski masih membutuhkan penguatan infrastruktur dasar.
Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans) Sigit Mustofa Nuruddin menyatakan pihaknya akan merevitalisasi UPT Nelayan Moian di Kawasan Bahari Tomini Raya serta mendorong sinergi pengembangan komoditas unggulan.
“Kami akan melakukan revitalisasi UPT Nelayan Moian. Komoditas unggulan seperti durian dan kelapa akan kami sinergikan dengan Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Masyarakat Transmigrasi. Untuk ekspor akan kami dorong melalui Kementerian Transmigrasi,” ujarnya.
Menteri Iftitah menegaskan pembangunan transmigrasi kini diarahkan pada peningkatan produktivitas berbasis potensi lokal untuk mengentaskan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Yang paling penting adalah menyatukan visi bahwa uang negara harus dipertanggungjawabkan dengan bukti nyata, yakni mengentaskan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja. Arah transmigrasi sekarang adalah peningkatan produktivitas untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru,” pungkasnya.











