Uncategorized

Menteri Haji Wajibkan Bumbu dan Beras Indonesia di Makkah

Avatar
×

Menteri Haji Wajibkan Bumbu dan Beras Indonesia di Makkah

Sebarkan artikel ini
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf saat melakukan supervisi langsung ke dapur aktif di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah. [Foto: Kemenhaj]

ByKlik.com | Makkah Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan seluruh dapur penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia di Makkah wajib menggunakan bumbu dan beras asli dari Indonesia. Penegasan itu disampaikan saat melakukan supervisi langsung ke dapur aktif di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah, sebagai bagian dari upaya memastikan layanan konsumsi berjalan optimal, higienis, dan sesuai cita rasa Nusantara.

Dalam peninjauan tersebut, jajaran pimpinan Kementerian Haji dan Umrah mengecek menyeluruh proses layanan, mulai dari penyimpanan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan makanan. Pemerintah meminta agar pengolahan beras Indonesia dilakukan sesuai standar yang biasa diterapkan di tanah air guna menjaga tekstur dan kualitas nasi yang disajikan kepada jemaah.

Baca Juga  Kemenag Alihkan 3.531 Pegawai ke Kemenhaj

“Penggunaan bumbu dan beras dari Indonesia adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan rasa yang familiar bagi jemaah, sehingga mereka tetap nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah,” ujar Irfan, Minggu, 15 Februari 2026.

Ia menekankan, pelayanan konsumsi tidak semata memastikan makanan tersedia, tetapi juga menjamin kualitas, kebersihan, dan ketepatan distribusi. “Pelayanan konsumsi bukan hanya soal makanan tersedia, tetapi bagaimana kualitasnya terjaga, rasanya sesuai selera jemaah Indonesia, dan distribusinya tepat waktu,” katanya.

Baca Juga  Ini Lokasi Pemondokan Jemaah Haji Aceh Selama di Makkah

Aspek higienitas menjadi perhatian utama dalam supervisi tersebut. Seluruh area dapur dan ruang penyimpanan dipastikan memenuhi standar keamanan pangan. Tim juga memastikan kapasitas produksi dapur mampu mencukupi kebutuhan jemaah serta sistem distribusi berjalan sesuai jadwal.

Supervisi langsung ini menjadi bagian dari penguatan pengawasan layanan haji, sekaligus langkah konkret pemerintah menjaga standar pelayanan konsumsi bagi jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci. Pemerintah optimistis, dengan kontrol kualitas yang ketat dan penggunaan bahan baku asli Indonesia, layanan konsumsi haji akan semakin profesional dan memenuhi harapan jemaah.