Headline

Mentan Pimpin Groundbreaking Rehabilitasi Sawah di Aceh Utara

Bambang Iskandar Martin
×

Mentan Pimpin Groundbreaking Rehabilitasi Sawah di Aceh Utara

Sebarkan artikel ini
Sesi foto bersama pada acara groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana serta Penyaluran Bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Peduli Bencana, yang diserahkan oleh Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP, beserta Ketua Komisi IV DPR-RI, Siti Hediati Soeharto, Anggota DPR-RI Asal Aceh, Ir. H. T. A Khalid, MM, dan Pejabat Instansi terkait lainnya, di Gampong Pinto Makmur, Kec. Muara Batu, Kab. Aceh Utara, Kamis, 15 Januari 2026. (Ist)

Byklik.com | Aceh Utara – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melakukan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis, 15 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah awal pemerintah pusat dan daerah dalam memulihkan produktivitas pertanian pascabencana hidrometeorologi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian tiba di Aceh melalui Bandara Malikussaleh. Dalam rombongan turut hadir Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediaty Haryadi (Titiek Soeharto) serta anggota Komisi IV DPR RI Ahmad Rizal, Alien Mus, dan Rajiv Singh, dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE, MM, unsur Forkopimda Aceh dan Aceh Utara, jajaran pemerintah kabupaten/kota, serta perwakilan kelompok tani dan tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga  Wali Nanggroe Anugerahi Gelar Petua Panglima Hukom Nanggroe kepada Mendagri Tito

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perhatian pemerintah pusat tidak hanya terfokus pada fase tanggap darurat, tetapi juga berlanjut hingga tahap pemulihan dan pembangunan kembali sektor pertanian. Menurutnya, rehabilitasi lahan pertanian menjadi kunci penting agar petani dapat segera kembali berproduksi.

Untuk mendukung percepatan pemulihan lahan sawah di Aceh Utara, Kementerian Pertanian menyalurkan berbagai sarana produksi pertanian, antara lain pupuk urea, benih padi, traktor roda dua, serta traktor roda empat.

Program rehabilitasi lahan akan dilaksanakan secara bertahap dengan memprioritaskan lahan sawah rusak ringan hingga sedang yang mencapai sekitar 90–95 persen. Skema pelaksanaannya juga dirancang berbasis padat karya agar petani dapat terlibat langsung serta memperoleh penghasilan selama proses pemulihan berlangsung.

Baca Juga  Gubernur Aceh Ultimatum Tambang Ilegal, Beri Batas Waktu Dua Minggu

Sementara, Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian RI yang dinilai responsif sejak masa tanggap darurat bencana. Bantuan pangan telah disalurkan ke Aceh melalui berbagai jalur transportasi, mulai dari udara, laut, hingga darat, guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Bantuan pangan tersebut disalurkan dalam lima tahap, yakni 9,7 ton menggunakan pesawat Airbus A-400, 120 ton melalui KRI Banda Aceh (593), 330 ton melalui KRI Surabaya (591), 140 ton melalui KRI Makassar (590), serta sekitar 430 ton yang diangkut oleh 200 unit truk dari Medan menuju wilayah terdampak di Aceh.

Melalui kegiatan groundbreaking ini, pemerintah menandai dimulainya upaya jangka panjang untuk membangkitkan kembali sektor pertanian Aceh yang terdampak bencana, sekaligus menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.***