Berita Utama

Menko Polkam Resmikan 104 Huntap Korban Bencana Aceh Utara

Bambang Iskandar Martin
×

Menko Polkam Resmikan 104 Huntap Korban Bencana Aceh Utara

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, meresmikan sekaligus menyerahkan 104 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi masyarakat korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara, Sabtu, 14 Maret 2026. (Ist)

Byklik.com | Lhoksukon – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, meresmikan sekaligus menyerahkan 104 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi masyarakat korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara, Sabtu, 14 Maret 2026.

Peresmian dilakukan di kompleks hunian tetap Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Aceh Utara.

Pembangunan rumah bagi korban bencana tersebut merupakan inisiatif Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia yang dilaksanakan bersama pemerintah daerah serta didukung unsur TNI, Polri, dan berbagai pihak.

Kompleks hunian yang dibangun di atas lahan seluas 22.400 meter persegi itu terdiri dari 106 bangunan, yakni 104 unit rumah, satu masjid, serta satu balai pertemuan yang disiapkan sebagai fasilitas sosial bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Djamari menegaskan pembangunan hunian tetap tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Pembangunan ini menjadi wujud nyata kehadiran negara untuk memastikan masyarakat korban bencana dapat kembali hidup layak dan menata kehidupannya,” kata Djamari.

Ia menjelaskan, pembangunan kawasan hunian tersebut dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 35 hari sejak material didatangkan melalui Pelabuhan Belawan.

Menko Polkam juga mengingatkan para penerima bantuan agar menjaga rumah dan fasilitas yang telah dibangun. Menurutnya, hunian dengan sistem struktur bongkar-pasang itu dirancang agar mudah dirawat.

Baca Juga  Kapolda Aceh Serahkan Perangkat Korve untuk Taruna Akpol

“Silakan dijaga dengan baik. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan agar rumah tetap nyaman dihuni,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak warga untuk menjaga kerukunan sosial di lingkungan hunian baru serta memperkuat kebersamaan antarwarga.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto, mengatakan pembangunan hunian tetap tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra.

Menurut Suharyanto, sejak masa tanggap darurat, Kemenko Polkam telah memberikan berbagai dukungan kepada BNPB, termasuk bantuan mobil penjernih air untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

“Huntap dari Kemenko Polkam ini sangat membantu masyarakat. Rumah yang dibangun juga sudah dilengkapi berbagai fasilitas sehingga dapat langsung ditempati,” kata Suharyanto.

Setiap rumah yang dibangun merupakan tipe 36 dengan ukuran bangunan 6 x 6 meter. Hunian tersebut dilengkapi ruang tengah, dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta perabotan rumah tangga seperti sofa, meja tamu, televisi, rak TV, meja makan, lemari dapur, kompor beserta tabung gas, tempat tidur, dan lemari pakaian.

Baca Juga  Raih WTP ke-10, Wagub: Ini Buah Komitmen Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Selain itu, setiap rumah juga dilengkapi sumur, pompa air, serta jaringan listrik berkapasitas 900 VA.

Untuk mendukung aktivitas sosial dan keagamaan warga, masjid dan balai pertemuan di kawasan tersebut juga dilengkapi karpet, sound system, serta Al-Qur’an. Setiap rumah turut menerima Al-Qur’an dan perlengkapan salat.

Dalam kesempatan itu, Menko Polkam juga menyerahkan lima ekor sapi kepada masyarakat untuk menyambut tradisi Meugang menjelang hari besar keagamaan.

Salah seorang penerima hunian tetap, Afreza, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah. Ia mengatakan bantuan tersebut memungkinkan keluarganya merayakan Idulfitri di rumah sendiri setelah sebelumnya tinggal di pengungsian.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah karena sekarang bisa kembali tinggal di rumah sendiri,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan warga lainnya, Ratna Idris. Ia juga menerima bantuan mesin jahit untuk melanjutkan usahanya yang sempat terhenti akibat banjir.

Peresmian hunian tetap tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, Danrem 011/Lilawangsa Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil beserta Forkopimda Aceh Utara.***