Dua guru cilik dari Art Gallery Feby mengajarkan teknik mewarnai untuk peserta lomba dari tiga kategori: TK/PAUD, SD kelas 1–3, dan SD kelas 4–6.
Kehadiran guru cilik atau guru sebaya (peer educator) punya peran penting, terutama dalam pendidikan komunitas, pemulihan pascabencana, dan pendampingan anak. Manfaatnya terasa bukan hanya bagi peserta, tapi juga bagi guru sebayanya sendiri.
Bencana membuat anak merasa kehilangan kendali. Saat mewarnai, anak bebas memilih warna dan menentukan hasil karyanya sendiri, hal kecil tapi penting untuk membangun kembali rasa mampu dan percaya diri.
Kegiatan yang berlangsung di Meunasah Desa Lhoknga, Kecamatan Meureud, Kabupaten Pidie Jaya, menegaskan meunasah sebagai ruang publik yang tidak hanya dapat digunakan untuk aktivitas ibadah. Saat banjir bandang akhir November lalu, banyak warga menyelamatkan diri ke meunasah tersebut.
Mewarnai memiliki banyak manfaat bagi anak, di antaranya, melatih motorik halus anak melalui gerakan menekan krayon atau saat mengarsir. Juga meningkatkan “koordinasi” antara mata dengan tangan yang dapat meningkatkan konsentrasi.
Apresiasi yang diberikan merupakan bentuk pengakuan atas hasil kerja keras anak yang dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mendorong keberanian untuk berekspresi.[]











