Headline

Mantan Brimob Aceh Ikut Tentara Rusia WNI Gugur

Avatar
×

Mantan Brimob Aceh Ikut Tentara Rusia WNI Gugur

Sebarkan artikel ini
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas saat wawancara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta [Foto: Kemenkum]

ByKlik.com | Jakarta — Status kewarganegaraan mantan anggota Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio, dipastikan gugur setelah yang bersangkutan diduga bergabung sebagai tentara bayaran Rusia tanpa izin resmi Presiden Republik Indonesia.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan, setiap warga negara Indonesia yang masuk dinas militer asing tanpa izin Presiden otomatis kehilangan kewarganegaraannya, tanpa pengecualian.

“Siapa pun, mau anggota Brimob atau warga biasa, kalau bergabung dengan tentara asing tanpa izin Presiden, kewarganegaraannya otomatis hilang. Undang-undangnya tegas,” kata Supratman di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya kasus Bripda Muhammad Rio, eks personel Brimob Polda Aceh, yang diketahui meninggalkan dinas dan kemudian mengaku mengikuti seleksi sebagai tentara bayaran Rusia.

Baca Juga  Driver Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis Brimob

Supratman menekankan, aturan tersebut bersifat mutlak karena diatur langsung dalam undang-undang. WNI yang secara sukarela masuk militer asing dianggap melepaskan status kewarganegaraannya.

“Tetap ada jalan, tapi melalui proses panjang. Dia harus mengajukan naturalisasi seperti orang asing yang ingin menjadi warga negara Indonesia, dari awal,” ujarnya.

Sebelumnya, Bripda Muhammad Rio telah diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dari Kepolisian akibat serangkaian pelanggaran disiplin dan kode etik. Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menjelaskan, pelanggaran awal Rio meliputi perselingkuhan hingga pernikahan siri, yang berujung pada sanksi demosi selama dua tahun.

Baca Juga  Pemerintah Aceh Raih Lestari Awards 2025 dari SPS

Selain pelanggaran etik, Rio tercatat tidak masuk dinas tanpa keterangan sejak 8 Desember 2025. Ketidakhadiran tersebut dikategorikan sebagai desersi oleh kesatuan.

Setelah hampir satu bulan menghilang, Rio kembali menghubungi sejumlah rekannya pada 7 Januari 2026. Melalui pesan WhatsApp, ia mengaku tengah mengikuti proses seleksi untuk bergabung dengan tentara Rusia.

Dalam komunikasi tersebut, Rio juga menyampaikan informasi mengenai bonus dan gaji bulanan yang dijanjikan kepada tentara bayaran. Informasi itu kini menjadi bagian dari pendalaman aparat terhadap kasus yang bersangkutan.