Headline

Makan Bergizi Gratis Disorot Usai Anak-Anak Keracunan Massal

Avatar
×

Makan Bergizi Gratis Disorot Usai Anak-Anak Keracunan Massal

Sebarkan artikel ini
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto bersama tokoh filantropi dunia Bill Gates berkunjung ke SD Jati 03, Jakarta, pada Rabu, 7 Mei 2025, guna meninjau langsung pelaksanaan program MBG. [Foto: BPMI Setpres]

ByKlik.com | Jakarta — Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa mendesak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi segera membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Desakan ini menyusul temuan makanan busuk di Lampung serta kasus keracunan massal peserta didik di Mojokerto, Jawa Timur.

Neng Eem menilai, rangkaian kasus tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan serta penerapan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menyasar anak-anak sekolah.

“Kejadian keracunan dan ditemukannya makanan tidak layak konsumsi menjadi peringatan serius. Program yang menyangkut kesehatan anak-anak tidak boleh dijalankan tanpa pengawasan ketat dan standar keamanan pangan yang tegas,” ujar Neng Eem dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.

Baca Juga  Wali Kota Banda Aceh Lantik 92 Pejabat Struktural Baru

Ia menyoroti kondisi musim hujan yang dinilai meningkatkan risiko pembusukan bahan pangan. Dalam situasi tersebut, pelaksana program diminta menyesuaikan prosedur operasional standar, terutama terkait penyimpanan dan distribusi makanan, agar risiko kontaminasi dapat ditekan.

Menurut Neng Eem, potensi keracunan dapat terjadi di seluruh tahapan pelaksanaan program, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, ia menekankan perlunya pengetatan pemeriksaan kualitas dan kesegaran bahan pangan sebelum diolah, penerapan standar penyimpanan yang sesuai, serta pengaturan waktu distribusi agar makanan tetap aman dikonsumsi.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dapur dan peralatan masak, termasuk ketersediaan air bersih. Peningkatan kapasitas dan kedisiplinan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi juga dinilai krusial dalam menjamin keamanan program.

Baca Juga  Pemerintah Dengarkan Tuntutan Rakyat, Sejumlah Tunjangan Anggota DPR Dicabut

“Petugas pelaksana harus dibekali kemampuan dan pemahaman yang memadai karena mereka berada di garis terdepan dalam memastikan makanan yang diterima anak-anak aman dikonsumsi,” tegasnya.

Neng Eem mengingatkan, jika persoalan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis tidak segera dibenahi, risiko terhadap kesehatan anak-anak akan terus berulang dan berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap program tersebut.

Komisi IX DPR RI, kata dia, akan terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan sesuai standar, aman, dan benar-benar memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.