Byklik.com | Banda Aceh – Mahasiswi asal Myanmar, Htet Htet Hlaing (23), mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang positif sekaligus merasakan kehangatan budaya selama menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK).
Htet mengatakan sistem perkuliahan di Program Kelas Internasional yang menggunakan bahasa Inggris sangat membantunya memahami materi dan berpartisipasi aktif di kelas.
“Seiring waktu, saya mulai terbiasa dan merasa lebih nyaman mengikuti perkuliahan di sini,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.
Ia mengakui sempat menghadapi kendala bahasa saat beberapa mata kuliah disampaikan dalam Bahasa Indonesia, namun mampu beradaptasi seiring waktu.
Menurutnya, dosen di USK memiliki sikap ramah, terbuka, dan sangat mendukung mahasiswa dalam proses belajar.
“Saya merasa sangat terbantu karena para dosen selalu bersedia memberikan bimbingan dan membantu saya memahami materi,” tambahnya.
Di luar akademik, Htet menilai kehidupan kampus di USK sangat dinamis dan memberikan banyak peluang bagi mahasiswa untuk berkembang.
Ia juga mengaku berhasil menjalin banyak pertemanan dengan mahasiswa lintas fakultas, yang memperkaya pengalaman selama menjalani studi di Banda Aceh.
Pengalaman tinggal di Banda Aceh turut memberikan kesan mendalam, terutama terkait budaya lokal yang kuat dan sikap masyarakat yang terbuka.
“Bahkan dalam percakapan sederhana, seperti saat menggunakan transportasi online, saya sering diajarkan beberapa kata dalam bahasa Aceh. Hal itu terasa sangat hangat dan menyenangkan,” ungkapnya.
Htet menyebut rasa ingin tahu masyarakat terhadap dirinya sebagai mahasiswa asing justru membuka ruang dialog yang positif.
“Percakapan seperti ini membuat saya lebih memahami identitas dan tradisi masyarakat Aceh, sekaligus belajar menghargai perbedaan,” katanya.
Selain itu, keindahan alam Banda Aceh, seperti pantai saat matahari terbenam dan lanskap pegunungan, turut menjadi sumber ketenangan di tengah aktivitas akademik.
“Banda Aceh adalah tempat yang membuat saya merasa dekat dengan alam dan menemukan ketenangan,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa USK tidak hanya menawarkan kualitas pendidikan, tetapi juga lingkungan yang inklusif dan kaya nilai budaya bagi mahasiswa internasional.











