Byklik.com | Bandung Barat – Bencana tanah longsor melanda Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu, 24 Januari 2026, dini hari. Peristiwa tersebut menyebabkan enam orang meninggal dunia, sementara puluhan warga lainnya diduga masih tertimbun material longsoran.
Longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam waktu cukup lama. Material longsoran dari lereng perbukitan menimbun permukiman warga dan area perkebunan, serta mengakibatkan akses lingkungan sekitar terputus.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Bandung menerima laporan awal dari BPBD Kabupaten Bandung Barat dan langsung mengerahkan Tim SAR pada pukul 08.10 WIB. Tim tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 09.40 WIB untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Data sementara hingga pukul 10.20 WIB mencatat sebanyak 113 jiwa dari 34 kepala keluarga terdampak bencana. Sebanyak 23 orang dilaporkan selamat, enam orang dinyatakan meninggal dunia, sementara sekitar 83 warga lainnya masih belum ditemukan dan diduga tertimbun longsoran.
Operasi pencarian dilakukan di area awal sepanjang sekitar 380 meter dari titik longsor utama. Tim gabungan menggunakan metode observasi visual, penggalian manual, penyemprotan tanah, serta dukungan pesawat tanpa awak (drone) yang dilengkapi sensor termal untuk memetakan area dan mendeteksi keberadaan korban.
Korban yang berhasil dievakuasi dibawa ke Posko SAR, sementara proses identifikasi jenazah dikoordinasikan bersama tim Inafis Polres setempat. Dukungan medis disiapkan melalui RSUD Padalarang. Selama operasi berlangsung, petugas keselamatan ditempatkan di sejumlah titik rawan, disertai pelaksanaan briefing dan evaluasi secara berkala.
Operasi SAR melibatkan unsur Kantor SAR Bandung, BPBD Kabupaten Bandung Barat, BPBD Provinsi Jawa Barat, aparat setempat, relawan, serta masyarakat. Sejumlah peralatan dikerahkan, di antaranya kendaraan rescue, truk personel, sepeda motor trail, drone termal, peralatan SAR longsor, serta perlengkapan medis dan komunikasi.
Hingga saat ini, operasi pencarian dan pertolongan masih terus berlangsung dan difokuskan pada pencarian warga yang diduga tertimbun. Akses menuju beberapa titik longsoran masih terbatas akibat kondisi tanah yang labil serta hujan yang masih turun secara berkala.
Petugas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.***











