Internasional

Laporan WNI ke KBRI Phnom Penh Tembus 2.493 Orang

Avatar
×

Laporan WNI ke KBRI Phnom Penh Tembus 2.493 Orang

Sebarkan artikel ini
Dubes RI meninjau penampungan WNI yang dikelola Kepolisian Phnom Penh dan bertemu dengan 19 WNI. [Foto: Kemlu]

ByKlik.com | Phnom Penh — Jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang melapor ke KBRI Phnom Penh melonjak tajam seiring operasi pemberantasan sindikat penipuan daring (online scam) oleh Pemerintah Kamboja. Hingga Senin (26/1/2026) pukul 23.00, tercatat 2.493 WNI telah melapor langsung ke KBRI Phnom Penh sejak 16 Januari 2026.

KBRI Phnom Penh terus melakukan penanganan intensif terhadap para WNI tersebut, meliputi pendataan, asesmen kasus, serta penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan.

Sejumlah WNI yang masih memiliki paspor dan tidak terkendala denda keimigrasian dilaporkan telah kembali ke Indonesia secara mandiri. Sementara itu, WNI yang difasilitasi penerbitan dokumen perjalanan sementara dan pengajuan keringanan denda keimigrasian juga telah membeli tiket kepulangan secara mandiri, termasuk 46 WNI yang dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 30 Januari 2026.

Baca Juga  Ayat Suci Bergema di Langit Brasil, Qari Indonesia Raih Juara II MTQ Internasional

Untuk memperkuat koordinasi pengamanan dan penanganan WNI, Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, pada Senin, 26 januari 2026, melakukan pertemuan dengan Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja sekaligus Kepala Kepolisian Phnom Penh, Letnan Jenderal Chuon Narin.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes RI menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kamboja, termasuk penyediaan lokasi penampungan sementara bagi WNI serta peningkatan pengamanan di lingkungan KBRI dan lokasi penampungan.

Letjen Chuon Narin berharap seluruh WNI yang telah keluar dari jaringan sindikat penipuan daring dapat segera kembali ke Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Kepolisian Phnom Penh akan terus memantau kondisi keamanan para WNI, sekaligus mengantisipasi potensi risiko penyakit menular seiring meningkatnya jumlah WNI di lokasi penampungan melalui koordinasi dengan instansi terkait.

“Kepolisian Phnom Penh juga memastikan langkah-langkah pengamanan khusus agar kedatangan warga negara asing ke ibu kota, setelah keluar dari pusat-pusat penipuan daring di berbagai wilayah Kamboja, tidak mengganggu ketertiban umum,” kata Letjen Chuon Narin.

Baca Juga  Gempa 6,2 SR Guncang Afghanistan, Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban

Usai pertemuan tersebut, Dubes RI meninjau penampungan WNI yang dikelola Kepolisian Phnom Penh dan bertemu dengan 19 WNI. Sebagian dari mereka yang memiliki paspor telah membeli tiket untuk segera kembali ke Indonesia, sementara lainnya akan difasilitasi penerbitan dokumen perjalanan sementara.

KBRI Phnom Penh mengimbau para WNI untuk tetap bersabar dan mengikuti seluruh proses yang berjalan, serta bagi WNI yang telah memiliki paspor atau SPLP agar segera mempersiapkan kepulangan ke Indonesia secara mandiri.

Keluarga WNI di tanah air juga diimbau untuk memantau perkembangan informasi melalui media terpercaya serta rilis resmi dan media sosial KBRI Phnom Penh, serta waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan KBRI dalam proses kepulangan WNI dari Kamboja.