Byklik.com | Lhoksukon – Layanan air bersih bagi ribuan warga Aceh Utara kembali mengalir setelah Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kecamatan Langkahan berfungsi normal sejak Jumat, 9 Januari 2026.
Kementerian Pekerjaan Umum memastikan pengoperasian kembali IPA tersebut menjadi langkah krusial dalam pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama di Kecamatan Langkahan dan Tanah Jambo Aye.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan air bersih tidak boleh terputus terlalu lama pascabencana. Menurutnya, pemulihan layanan ini menjadi fondasi pemulihan kesehatan, sosial, dan ekonomi warga.
“Air bersih adalah kebutuhan paling mendesak. Tanpa itu, pemulihan tidak akan berjalan,” ujarnya.
IPA Langkahan yang berada di Desa Simpang Tiga memiliki kapasitas terpasang 20 liter per detik dengan sumber air baku dari Sungai Krueng Jambo Aye. Saat ini, instalasi pengolahan air kembali beroperasi hingga 22 jam per hari, melayani lebih dari 3.600 sambungan rumah.
Sebelumnya, banjir bandang mengubah alur sungai dan menimbulkan sedimentasi berat di sekitar bangunan intake, sehingga proses pengambilan air baku sempat terganggu. Kondisi ini membuat pasokan air bersih warga berada di ambang krisis.
Melalui koordinasi darurat antara BPBPK Aceh dan Perumda Tirta Pase, Kementerian PU melakukan penanganan cepat, termasuk optimalisasi intake sementara agar distribusi air tetap berjalan meski dalam kondisi terbatas.
Kementerian PU menyatakan pemantauan operasional akan terus dilakukan, sekaligus mendorong penguatan sistem SPAM agar lebih tangguh menghadapi bencana serupa. Pemerintah menegaskan pemulihan infrastruktur dasar bukan sekadar perbaikan teknis, tetapi jaminan kehadiran negara saat masyarakat paling membutuhkan.











