Berita Utama

Korban Tewas Banjir Aceh Utara Tembus 205 Orang

Avatar
×

Korban Tewas Banjir Aceh Utara Tembus 205 Orang

Sebarkan artikel ini
Gampong Buket Linteung dan Gampong Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Rabu (24/12/2025).[Foto: IG @marlinaausman/Kak Na Mualem]

Byklik.com | Lhoksukon — Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara kembali bertambah. Hingga laporan sementara BPBD Aceh Utara per Selasa, 25 Desember 2025 pukul 17.00 WIB, tercatat 205 orang meninggal dunia dan enam orang dinyatakan hilang.

Data tersebut menunjukkan eskalasi dampak bencana banjir di berbagai wilayah Aceh Utara. Selain korban meninggal dan hilang, banjir juga menyebabkan 2.127 orang mengalami luka-luka, serta berdampak besar terhadap kelompok rentan.

“BPBD Aceh Utara mencatat sebanyak 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, dan 513 penyandang disabilitas turut terdampak langsung akibat bencana tersebut dan membutuhkan penanganan khusus,” kata Juru Biacara Pemerintah Aceh Utara, Tgk Muntasir Ramli, Jumat (26/12/2025).

Baca Juga  Kuliah Umum Kepala Bappenas di USK: Kampus Jadi Kompas Pembangunan

Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak banjir mencapai 433.064 jiwa dari 124.549 kepala keluarga. Sementara itu, sebanyak 67.872 jiwa dari 19.047 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke 210 titik pengungsian yang tersebar di berbagai kecamatan.

Banjir juga menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga. BPBD mencatat 72.331 rumah terendam, 3.506 rumah hilang, dengan total kerusakan berat mencapai 6.236 unit, rusak sedang 16.325 unit, dan rusak ringan 20.280 unit.

Baca Juga  Wujudkan Kota Cerdas dan Layak Huni, Pemko Lhokseumawe Gelar Gotong-Royong

Selain permukiman, bencana ini turut merendam lahan produktif. Sebanyak 14.509 hektare sawah dan 10.674 hektare tambak terdampak banjir, mengancam ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat setempat.

Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan upaya evakuasi, pencarian korban hilang, serta pendistribusian bantuan logistik dan layanan kesehatan bagi para pengungsi.