Headline

Korban Bertahan di Tenda, Wagub Desak Bantuan Tunai Segera Cair

Avatar
×

Korban Bertahan di Tenda, Wagub Desak Bantuan Tunai Segera Cair

Sebarkan artikel ini
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerahkan bantuan untuk korban bencana di Aceh Utara melalui Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fad) saat berkunjung ke Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026). [Foto: Humas IPDN]

Byklik.com | Banda Aceh – Pemerintah Aceh desak pusat segera mencairkan bantuan bagi korban bencana. Desakan tersebut disampaikan langsung Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fad) dalam rapat virtual bersama pemerintah pusat yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian, Selasa (6/1/2026).

Rapat juga dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sekda Aceh M. Nasir, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Dalam rapat itu, Pemerintah Aceh mengusulkan skema bantuan komprehensif bagi warga terdampak. Kepala keluarga dengan rumah rusak berat atau hilang diusulkan menerima bantuan tunai Rp8 juta, terdiri atas Rp3 juta untuk pengisian perabot rumah tangga dan Rp5 juta sebagai modal pemulihan ekonomi.

Baca Juga  Banjir Meluas di Aceh Utara, Tanggul Jebol dan Ribuan Dievakuasi

Selain itu, Pemprov Aceh menekankan pentingnya Jaminan Hidup (Jadup) sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari atau Rp450 ribu per bulan. Bantuan ini diprioritaskan bagi korban yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

“Jaminan hidup Rp450 ribu per bulan ini diberikan selama tiga bulan secara tunai kepada kepala keluarga, disesuaikan dengan jumlah anggota keluarganya,” tegas Dek Fad.

Pemerintah Aceh juga mengusulkan santunan duka sebesar Rp15 juta tunai bagi setiap keluarga korban meninggal dunia akibat bencana.

Baca Juga  Tiba di Aceh, Gubernur Mualem Disambut Bupati Al-Farlaky

Sekda Aceh M. Nasir menegaskan, bantuan tersebut bersifat mendesak untuk menjaga kelangsungan hidup masyarakat di masa krisis pascabencana. Menurutnya, nilai bantuan Jadup sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan dasar harian warga terdampak.

Menanggapi usulan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan Kemensos akan segera melakukan kajian, dengan penekanan pada validitas data penerima bantuan.

“Bantuan akan disalurkan secara by name by address agar benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Gus Ipul.