Byklik.com | Lhokseumawe – Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Aceh menyalurkan 30 ton bantuan bagi korban banjir berupa bahan pokok dan berbagai kebutuhan darurat lainnya. Penyaluran bantuan akan dilakukan di semua daerah terdampak di seluruh Aceh.
Ketua KONI Aceh, Saiful Bahri alias Pon Yaya, menyebutkan bantuan bagi korban banjir tersebut merupakan hasil santunan dari internal KONI Aceh, dukungan para mitra KONI, dan sumbangan dari berbagai pihak, termasuk bantuan pakaian dari KONI Jawa Barat.
“KONI Aceh tidak hanya memikirkan kemajuan olahraga, tapi juga ikut memiliki rasa kemanusian terhadap korban bencana banjir,” ungkap Pon Yaya ketika sedang memantau pemuatan bantuan di Posko Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Selasa 30 Desember 2025 malam.
Berbagai jenis bantuan yang sudah diterima diangkut dari gudang di Hotel Lido Graha untuk disalurkan ke bebagai daerah. Menurut Pon Yaya, bantuan tersebut disalurkan ke Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, Langsa, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Gayo Lues, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Singkil, dan Lhokseumawe.
Sekretarus Umum KONI Aceh, Ahyar, merincinkan, selain bahan pokok, bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan ibadah seperti sarung, mukena, sajadah, bahkan handuk. KONI Aceh juga menyalurkan bantuan alat untuk membersihkan lumpur seperti cangkul, sekop, kereta sorong, sepatu boot, sarung tangan, dan sebagainya.
“Ada juga tendon air berukuran besar berbahan stainless steel dan polyethylene. Kita tahu, bantuan seperti ini juga sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkap Ahyar yang bersama pengurus teras KONI Aceh terjun langsung menyalurkan bantuan ke berbagai daerah.
Menurut Ahyar, KONI Aceh sudah membentuk lima tim khusus untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan efektif. Setiap tim dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan seperti Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri; Ketua Harian, Kennedi Husen; Sekretaris Umum, Ahyar, hingga para wakil ketua umum.
Selain masyarakat umum, kata Ahyar, bantuan juga akan disalurkan bagi insan olahraga yang terdampak bencana mulai dari atlet, pelatih, pengurus, sampai pembina yang kehilangan tempat tinggal atau terpaksa mengungsi akibat banjir dan longsor.[]











