ByKlik.com | Yogyakarta – Inovasi alat kesehatan hasil riset Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya menembus layanan medis nasional. Produk radiografi digital karya Guru Besar FMIPA UGM Prof. Dr. Gede Bayu Suparta bersama tim, yakni DDR Madeena, resmi mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan RI.
Teknologi berbasis Radiografi Sinar-X Fluoresensi Digital tersebut dikembangkan sejak 1990 dan telah dihilirisasi melalui PT Madeena Karya Indonesia. Alat ini dirancang sebagai perangkat pemeriksaan kesehatan berbasis citra visual yang dapat digunakan secara luas, mulai dari rumah sakit, klinik, hingga puskesmas.
“Data hasil pemeriksaan berbentuk citra visual sehingga dokter, pasien, dan keluarga dapat memahami kondisi kesehatan secara objektif dan transparan,” ujar Gede Bayu Suparta di Kampus UGM, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menegaskan, kecepatan dan keterbukaan informasi medis menjadi keunggulan utama DDR Madeena karena dapat mempercepat pengambilan keputusan penanganan pasien.
DDR Madeena telah memenuhi standar produksi alat kesehatan nasional dengan mengantongi Izin Produksi Alat Kesehatan, sertifikat Cara Produksi Alat Kesehatan yang Baik, serta izin distribusi. Produk ini juga mencatat Tingkat Komponen Dalam Negeri sebesar 57,62 persen.
Bayu menyebut, kehadiran DDR Madeena menjadi solusi atas mahalnya alat radiologi impor yang selama ini membebani rumah sakit dan anggaran negara. “Selama ini alat radiologi sangat mahal dan terbatas karena impor. DDR Madeena hadir sebagai alternatif nasional dengan kinerja setara, bahkan lebih maju,” katanya.
Ia berharap produk tersebut dapat berkontribusi dalam program cek kesehatan gratis pemerintah. “Kami berharap DDR Madeena bisa digunakan dalam program nasional agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” ujarnya.
DDR Madeena dilengkapi teknologi digital mutakhir, sistem portabel, teleradiologi, integrasi data medis, serta dukungan kecerdasan buatan untuk analisis diagnosis.
Inovasi ini juga dipamerkan dalam Medical Expo 2026 di Gedung Inovasi dan Kreativitas UGM dan dinilai menjadi contoh konkret keberhasilan riset perguruan tinggi yang mampu masuk pasar dan memberi solusi nyata bagi layanan kesehatan nasional.
“Riset yang konsisten dan berorientasi solusi pasti bisa dikomersialkan. DDR Madeena membuktikan sains fisika bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkas Bayu.











