Byklik.com | Jakarta – Kementerian Pertanian bersama Sekretariat Presiden memastikan kebutuhan sapi kurban untuk program bantuan kemasyarakatan Presiden pada 2026 dipenuhi dari peternak lokal.
Kebijakan ini dinilai membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak di berbagai daerah. Program bantuan tersebut juga memasuki tahun kedua pelaksanaan dengan skala yang semakin besar.
Pada 2025, pemerintah memperluas distribusi dari tingkat provinsi hingga menjangkau kabupaten dan kota. Perluasan ini berdampak langsung pada meningkatnya serapan sapi dari peternak dalam negeri.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyatakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat saat Idul Adha, tetapi juga menjadi instrumen untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak.
“Program bantuan kemasyarakatan Presiden ini tidak hanya bagian dari pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen untuk menggerakkan ekonomi peternak lokal. Kami memastikan sapi yang disalurkan berasal dari peternak dalam negeri, memenuhi persyaratan kesehatan dan syariat, serta melalui proses verifikasi yang ketat,” ujarnya di Kantor Setpres, Kamis, 2 April 2026.
Ia menambahkan, Kementan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar, mulai dari identifikasi ternak, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian rekomendasi teknis kepada Setpres.
Agung juga mengungkapkan bahwa ketersediaan sapi nasional untuk 2026 diperkirakan mencapai lebih dari 859 ribu ekor yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah dipersiapkan untuk kebutuhan kurban.
Menurutnya, program ini memberikan nilai tambah bagi peternak, baik dari sisi harga maupun kebanggaan karena ternaknya terpilih sebagai hewan kurban Presiden di daerah masing-masing.
Sementara itu, Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Setpres, Rika Kiswardani, mengatakan program bantuan sapi Presiden telah rutin dilaksanakan sejak 2019 bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga kualitas dan kelancaran pelaksanaan program.
“Administrasi harus tetap rapi dan kualitas sapi harus benar-benar dipastikan,” ujarnya.
Dengan ketersediaan sapi yang mencukupi, pemerintah optimistis pelaksanaan Idul Adha 2026 berjalan lancar sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani nasional.***











