Nasional

Kementan Genjot Hilirisasi Pertanian untuk Dukung Kemandirian Energi

Bambang Iskandar Martin
×

Kementan Genjot Hilirisasi Pertanian untuk Dukung Kemandirian Energi

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Ist)

Byklik.com | Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat hilirisasi sektor pertanian melalui pengembangan biofuel dan bioetanol sebagai strategi utama menuju kemandirian energi nasional. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan hilirisasi menjadi fokus pemerintah untuk memanfaatkan sumber daya domestik.

“Dalam rapat minggu lalu sebelum Presiden bertolak ke Jepang dan Korea Selatan, beliau menekankan akselerasi hilirisasi, khususnya sektor pertanian melalui biofuel. Menghadapi kondisi geopolitik yang memanas, langkah cepat ini sangat diperlukan,” ujar Mentan Amran usai rapat hilirisasi bersama BUMN pangan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.

Menurutnya, setelah ketahanan pangan dianggap kuat, pemerintah kini fokus pada kemandirian energi melalui biofuel dan bioetanol.

Baca Juga  Aceh Raih Dua Penghargaan Nasional di Indonesia Muslim Travel Index 2025

“Pangan sudah teratasi, alhamdulillah bulan suci Ramadan tidak menimbulkan kenaikan harga beras signifikan. Janji Presiden, impor solar akan digantikan oleh biofuel sawit B50 sebanyak 5,3 juta ton,” tambahnya.

Selain biofuel, Kementan mendorong pengembangan bioetanol melalui program E20—campuran etanol dan bensin—dengan bahan baku jagung, ubi kayu, dan tebu. Mentan Amran menekankan potensi besar pemanfaatan produk samping industri gula, seperti molase dan tetes, sebagai bahan baku etanol.

“Bahan baku ekspor kita mencapai 1 juta ton. Molase dan tetes ini bisa diolah menjadi etanol,” jelasnya.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menambahkan, sektor pertanian kini berperan strategis dalam mendukung transisi menuju kemandirian energi.

“Swasembada pangan sudah kita raih, dan kini fokus bergeser ke kemandirian energi, di mana pertanian menyumbang dari sisi bioenergi,” ucap Sudaryono.

Baca Juga  DPR Soroti Masalah Lama Polri: Pengawasan Internal Dinilai Tumpul

Untuk mempercepat implementasi, Kementan memperkuat kolaborasi dengan BUMN pangan sebagai penggerak hilirisasi di lapangan. Wakil Ketua Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata, menyatakan dukungannya.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Mentan terkait arahan Presiden. BUMN akan bekerja lebih dekat dengan Kementan untuk membuka potensi sektor pertanian, sehingga Indonesia menjadi lebih mandiri dan independen,” ujarnya.

Dengan percepatan hilirisasi biofuel dan bioetanol, pemerintah menargetkan kemandirian energi berbasis pertanian sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan kesejahteraan petani. Sinergi Kementan, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan menjadikan program hilirisasi cepat, tepat sasaran, dan Indonesia semakin tangguh menghadapi tantangan global.***