Berita Utama

Karhutla Diantisipasi Ketat, TNI-Polri Sisir Wilayah Rawan

Avatar
×

Karhutla Diantisipasi Ketat, TNI-Polri Sisir Wilayah Rawan

Sebarkan artikel ini
Patroli gabungan petugas sisir kawasan rawan, Senin, 2 Februari 2026. [Foto: Pendim 0107/Asel]

ByKlik.com | Tapaktuan —  Komitmen pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Selatan terus diperketat. Kodim 0107/Aceh Selatan menegaskan bahwa langkah preventif menjadi prioritas utama guna memastikan wilayah tersebut tidak kembali dilanda kebakaran seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pada Senin, 2 Februari 2026, jajaran Koramil 08/Bakongan dan Koramil 09/Trumon Tengah bersama unsur Polri, BPBD, serta BKSDA kembali menggelar patroli terpadu di sejumlah titik rawan. Kegiatan ini difokuskan pada kawasan hutan, lahan gambut, serta area yang sebelumnya pernah terdampak karhutla, khususnya di Kecamatan Bakongan, Trumon Timur, dan sekitarnya.

Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., menegaskan bahwa pola penanganan kini lebih diarahkan pada deteksi dini dan pencegahan, bukan sekadar pemadaman saat kebakaran sudah meluas.

Baca Juga  Sekolah di Aceh Mulai Belajar 5 Januari 2026 Meski Terdampak Banjir

“Upaya pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan. Patroli rutin kami lakukan untuk mendeteksi potensi titik api sejak awal serta mencegah praktik pembakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Patroli dilakukan secara berkelanjutan dengan menyisir wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, terutama saat cuaca kering. Selain pemantauan langsung, aparat gabungan juga aktif melakukan komunikasi sosial dengan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Edukasi menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan. Warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran sekecil apa pun.

Baca Juga  3R Bekali Relawan untuk Ditempatkan ke Pedalaman Kluet Tengah Aceh Selatan

Menurut Dandim, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pencegahan karhutla. Tanpa partisipasi warga, potensi kebakaran akan sulit ditekan, terutama di wilayah dengan akses pengawasan terbatas.

“Sinergi antara aparat dan masyarakat adalah kekuatan utama. Jangan ada lagi pembakaran hutan maupun lahan dalam bentuk apa pun. Keselamatan lingkungan adalah keselamatan kita bersama,” ujarnya.

Kodim 0107/Aceh Selatan memastikan patroli terpadu dan langkah preventif lainnya akan terus ditingkatkan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, serta seluruh elemen masyarakat, demi menjaga Aceh Selatan tetap bebas dari ancaman bencana karhutla.