Berita Utama

ITB Tuntaskan Pipanisasi Air Bersih Desa Jamat

Avatar
×

ITB Tuntaskan Pipanisasi Air Bersih Desa Jamat

Sebarkan artikel ini
Program “Mahasiswa Berdampak” menuntaskan pembangunan jaringan pipanisasi air bersih sepanjang 2,5 kilometer di Desa Jamat, Kabupaten Aceh Tengah, JUmat, 20 Februari 2026. [Foto: ITB]

ByKlik.com | Bandung — Gerakan ITB Peduli Sumatra bersama mahasiswa program “Mahasiswa Berdampak” menuntaskan pembangunan jaringan pipanisasi air bersih sepanjang 2,5 kilometer di Desa Jamat, Kabupaten Aceh Tengah, hanya dalam waktu tiga hari. Proyek tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung percepatan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak relokasi.

Gerakan ITB Peduli Sumatra merupakan inisiatif kolaboratif lintas lembaga keluarga besar Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi ini melibatkan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Ikatan Alumni ITB, Pengurus Daerah IA ITB wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Yayasan Pembina Masjid Salman ITB, serta Rumah Amal Salman. Dukungan juga datang dari Ikatan Istri Dokter Indonesia dan masyarakat setempat.

Program pipanisasi ini ditujukan untuk menunjang pembangunan 75 unit huntara di area relokasi warga Desa Jamat yang ditargetkan rampung sebelum Hari Raya Idulfitri. Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar agar hunian dapat segera ditempati secara layak.

Baca Juga  Dituding Terlibat, PT IBAS Tegaskan Tak Buka Lahan

Secara teknis, proyek tersebut menghadapi tantangan geografis yang ekstrem. Sumber air berada di ketinggian sekitar 550 meter di atas permukaan laut (mdpl). Jalur pipa kemudian menurun tajam hingga 50 mdpl di area sungai sebelum kembali menanjak ke lokasi huntara di ketinggian sekitar 450 mdpl.

Total pipa HDPE berdiameter 1 inci yang dipasang mencapai 2.570 meter. Proses pemasangan dilakukan dari area huntara, menuruni lembah sungai, lalu kembali naik menuju sumber air, menuntut ketahanan fisik serta perhitungan teknis yang presisi.

Koordinator Mahasiswa Berdampak ITB, Aquia Davva Ismoyo, mengatakan dirinya bersama 16 mahasiswa telah berada di Desa Jamat lebih dari sepekan untuk melakukan survei sumber air dan memetakan kebutuhan teknis sebelum pemasangan dimulai.

“Selama berkegiatan di sini, para warga terjun langsung membantu kami. Pekerjaan jadi cepat selesai dan terasa lebih berharga karena hasil usaha bersama,” ujarnya, Jumat, 20 Februari 2026.

Kepala Desa Dusun Jamat, Reje, menilai program tersebut sangat vital bagi masyarakat yang harus direlokasi dari zona merah. Menurutnya, medan berkelok dan berketinggian ekstrem menjadi tantangan utama, namun dapat diatasi melalui kerja sama semua pihak.

Baca Juga  Pembangunan Huntara Panta Kuli Bener Meriah Dikebut

“Air akhirnya bisa keluar di area huntara. Kami sangat bersyukur dan bersemangat membantu proses sampai akhir,” kata Reje.

Keberhasilan proyek ini juga mendapat apresiasi langsung dari Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. Ia menilai keberhasilan mengalirkan air ke area huntara yang posisinya lebih tinggi merupakan pekerjaan teknis yang tidak sederhana dan patut diapresiasi.

“Ini kerja teknis yang menantang. Terima kasih kepada seluruh tim Mahasiswa Berdampak yang telah bekerja keras bersama masyarakat,” ujar Prof. Tata.

Keberhasilan penyelesaian pipanisasi dalam waktu singkat menjadi bukti kuatnya kolaborasi mahasiswa, relawan, dan warga. Infrastruktur dasar berupa air bersih kini tersedia, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Desa Jamat untuk menata kehidupan yang lebih baik menjelang Idulfitri.