Byklik.com | Aceh Utara – Instalasi Pengolahan Air (IPA) Langkahan di Kabupaten Aceh Utara kembali beroperasi pada Jumat, 9 Januari 2026. Dengan berfungsinya instalasi tersebut, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Pase memastikan 12 unit instalasi produksi air bersih telah kembali beroperasi pascabanjir besar yang melanda Aceh Utara pada akhir November 2025.
Direktur Utama Perumdam Tirta Pase, Imran, S.T., M.S.M., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari upaya mitigasi kerusakan yang dilakukan secara intensif sejak 27 November 2025. Langkah itu dilakukan untuk menjamin keberlangsungan operasional instalasi sekaligus memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Ia mengakui, banjir menyebabkan kerusakan cukup parah pada seluruh instalasi pengolahan air, mulai dari hulu hingga hilir. Kondisi tersebut mengharuskan perbaikan dilakukan secara darurat dengan memanfaatkan peralatan dan sarana yang tersedia.
“Pada tahap awal, kami memprioritaskan agar produksi air bisa kembali berjalan. Selanjutnya, perbaikan dilakukan secara bertahap terhadap kebocoran pipa, mulai dari pipa induk, pipa distribusi utama, hingga sambungan rumah, dari hulu ke hilir,” ujar Imran, Sabtu, 10 Januari 2026.
Menurutnya, hingga kini masih terdapat sejumlah titik kerusakan pada jaringan pipa yang terus dalam proses perbaikan. Kerusakan tersebut umumnya baru dapat terdeteksi setelah air kembali dialirkan ke jaringan distribusi. Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat bersabar selama proses pemerataan distribusi air bersih menuju kondisi normal.
Di tengah keterbatasan dan besarnya kebutuhan biaya, Imran menegaskan seluruh pendanaan mitigasi dan operasional perbaikan sepenuhnya bersumber dari internal Perumdam Tirta Pase. Biaya tersebut mencakup perbaikan pompa, pipa, panel listrik, serta operasional produksi air bersih yang disalurkan secara gratis melalui armada mobil tangki ke lokasi pengungsian selama masa tanggap darurat.
Ia berharap proses perbaikan di wilayah hilir dapat segera dimaksimalkan, seiring dengan upaya menstabilkan kembali hak dan kewajiban para pekerja agar fungsi pelayanan perusahaan dapat berjalan normal sepenuhnya.
Perumdam Tirta Pase juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan atas kerja keras dan dedikasi selama proses mitigasi. Pengalaman ini diharapkan menjadi pembelajaran penting dalam meningkatkan pola penanganan situasi darurat di sektor penyediaan air bersih saat bencana di masa mendatang.***











